TUGAS PUSTAKA KIMIA
CYBER LIBRARY
Disusun Oleh:
VINDHY DIAN
INDAH PRATIKA
123194243 / PKB
2012
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS
NEGERI SURABAYA
2013
Pengertian perpustakaan
fisik
Perpustakaan fisik adalah mencakup suatu ruangan, bagian dari
gedung / bangunan atau gedung tersendiri yang berisi bukubuku koleksi, yang
diatur dan disusun demikian rupa, sehingga mudah untuk dicari dan dipergunakan
apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh pembaca. Atau Perpustakaan fisik adalah kumpulan atau bangunan fisik
sebagai tempat buku dikumpulkan dan disusun menurut sistem tertentu atau
keperluan pemakai.
Pengertian perpustakaan Online
Berikut ini akan disajikan beberapa pengertian perpustakaan online,
sebagaimana diolah dari beberapa sumber, yaitu:
- Menurut undang-undang,
perpustakaan online adalah suatu institusi pengelola karya tulis, karya
cetak dan karya rekam secara proffesional yang dikelola dengan sistem baku
dan bisa dinikmati secara langsung dan terhubung melalui jaringan
internet.
- Menurut kamus online,
perpustakaan online adalah suatu unit kerja yang menyimpan berbagai macam
karya cetak atau pustaka yang dikelola secara sistematis berdasar urutan
abjad sebagai sumber informasi yang terhubung dengan jaringan internet.
·
Menurut para pakar, perpustakaan online
adalah suatu tempat penyimpanan bahan pustaka yang secara fisik tidak dapat
dilihat karena merupakan intitusi kerja dunia maya dan terhubung dengan
jaringan internet
Pengertian
Perpustakaan digital(Digital Library)
Perpustakaan sebagai suatu institusi pengelola
informasi merupakan salah satu bidang penerapan teknologi informasi yang
berkembang dengan pesat. Perkembangan dari penerapan teknologi informasi bisa
kita lihat dari perkembangan jenis perpustakaan yang selalu berkaitan dengan teknologi
informasi, diawali dari perpustakaan manual, perpustakaan terotomasi,
perpustakaan hybrid, sampai pada perpustakaan digital (digital library) atau cyber
library. Ukuran perkembangan jenis perpustakaan saat ini banyak diukur
dari penerapan teknologi informasi yang digunakan dan bukan dari skala ukuran
lain seperti besar gedung yang digunakan, jumlah koleksi yang tersedia maupun
jumlah penggunanya. Koleksi perpustakaan di era globalisasi informasi tidak
hanya terbatas pada media buku saja, melainkan mencakup media lainnya seperti
majalah, surat kabar, peta, atlas, microfilm, CD, piringan hitam, tape/kaset,
slide, dan berbagai macam media lainnya. Sejatinya yang terhimpun dalam perpustakaan
itu sebenarnya adalah kumpulan informasi (ilmu pengetahuan) yang dihasilkan
oleh manusia dari waktu ke waktu. Seiring berkembangnya teknologi informasi
terutama peralatan elektronik yang dapat difungsikan sebagai komputer dan alat
pembaca e-book, semisal Ipad, PDA,Blackberry, PC tablet, dan lain sebagainya,
maka bahan pustaka sebagai sumber informasi mulai beralih dari bentuk tercetak
menjadi elektronik atau digital seperti buku elektronik (e-book) dan jurnal elektronik
(e-journal). Untuk menghadapi semakin gencarnya serbuan electronic devices perpustakaan tidak hanya dituntut untuk
memberikan layanan pada pengguna dengan informasi yang tepat (right information for the right users), tetapi faktor kecepatan waktu
dalam layanan informasi juga lebih dituntut. Sehingga sekarang persepsi
masyarakat menuntut perpustakaan menjadi right
information, right users and
right now.
Sesungguhnya prinsip perpustakaan digital sama
dengan perpustakaan konvensional; yaitu tetap ada kegiatan pengembangan
koleksi, pengolahan, pemeliharaan dan pelayanan bahan pustaka.
Perbedaannya
dengan perpustakaan konvensional terutama pada format dokumen yang dilayankan (full digital document) dan model
pelayanannya. Keberadaan dan keberhasilan sebuah perpustakaan tidak terlepas dari perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi, serta kebudayaan.
Sebuah perpustakaan sering dikatakan jantung
informasi dalam setiap institusi, bahkan konon dengan melihat perpustakaannya
kita sudah dapat melihat kualitas institusi tersebut. Dengan teknologi informasi
dan komunikasi (TIK), dan internet telah mengakibatkan banyaknya koleksi (resource) yangtersedia dalam bentuk
digital, dan perpustakaan konvensional beralih menjadi perpustakaan digital(digital library) atau menjadi e-library. Penerapan teknologi
informasi dan komunikasi (TIK) di perpustakaan dapat difungsikan dalam berbagai
bentuk, antara lain: (1) Penerapan TIK digunakan sebagai Sistem Informasi
Manajemen Perpustakaan. Bidang kegiatan yang dapat diintegrasikan dengan sistem
informasi perpustakaan adalah pengadaan, inventarisasi, katalogisasi, sirkulasi
bahan pustaka, pengelolaan anggota, statistik dan lain sebagainya. Fungsi ini
sering diistilahkan sebagai bentuk Automasi Perpustakaan. (2) Penerapan TIK sebagai sarana untuk menyimpan, mendapatkan
dan mendiseminasikan informasi ilmu pengetahuan dalam format digital. Bentuk
penerapan TIK dalam perpustakaan ini sering dikenal dengan istilah Perpustakaan
Digital. Kedua fungsi penerapan TIK ini dapat terpisah maupun
terintegrasi dalam suatu sistem informasi tergantung dari kemampuan software yang digunakan, sumber daya
manusia dan infrastruktur peralatan teknologi informasi yang mendukung
keduanya.
Perkembangan
Perpustakaan Digital
Konsep dasar perpustakaan digital muncul pertama
kali pada bulan Juli 1945 oleh Vannevar Bush. Beliau mengeluhkan penyimpanan
informasi manual yang menghambat akses terhadap penelitian yang sudah
dipublikasikan, untuk itu, Bush mengajukan ide untuk membuat catatan dan perpustakaan
pribadi (untuk buku, rekaman/dokumentasi, dan komunikasi) yang termekanisasi. Selama
dekade 1950-an dan 1960-an keterbukaan akses terhadap koleksi perpustakaan
terus diusahakan oleh peneliti, pustakawan, dan pihak-pihak lain, tetapi
teknologi yang ada belum cukup menunjang. Baru pada awal 1980-an fungsi-fungsi
perpustakaan telah diautomasi melalui perangkat komputer, namun hanya pada lembaga-lembaga
besar mengingat biaya investasi yang tinggi. Pada awal 1990-an hampir seluruh
fungsi perpustakaan ditunjang dengan sistem automasi dalam jumlah dan cara
tertentu. Fungsi-fungsi tersebut antara lain pembuatan katalog, sirkulasi, peminjaman
antar perpustakaan, pengelolaan jurnal, penambahan koleksi, kontrol keuangan, manajemen
koleksi yang sudah ada, dan data pengguna. Dalam periode ini komunikasi data
secara elektronik dari satu perpustakaan ke perpustakaan lainnya semakin
berkembang dengan cepat. Tahun 1994, Library of Congress mengeluarkan
rancangan National Digital Library dengan menggunakan tampilan dokumen
elektronik, penyimpanan dan penelusuran teks secara elektronik, dan teknologi lainnya
terhadap koleksi cetak dan non-cetak tertentu.
Istilah
dan Tujuan Perpustakaan Digital
Istilah Digital Library lebih banyak
dipakai untuk pengertian Perpustakaan digital, disamping istilah lainnya yang
mempunyai pengertian sama antara lain: Digital Library, Electronic Library,
Virtual Library, Cyber Library, dan atau yang sedikit berbeda yaitu Hybrid
Library. Pengertian Perpustakaan digital adalah: “merupakan suatu
organisasi yang menyediakan sumber informasi termasuk penyiapan staff yang ahli
dalam menyeleksi, menstruktur, mengakses, menginterpretasi, menyebarkan,
menyimpan berbagai hasil kerja berupa digital dan menyajikannya secara ekonomis
untuk keperluan masyarakat”. (Don Waters - Direktur Digital Library
Federation, Amerika.(1998),
Tujuan
membangun sebuah perpustakaan digital dengan semua kelebihannya, diantaranya
adalah:
1. Koleksi
yang disimpan dalam bentuk digital/elektronik dapat dirawat jauh lebih lama
dibanding sistem penyimpanan non digital yang banyak dipengaruhi faktor alam,
berdampak pada biaya pengadaan koleksi yang dapat diminimumkan
2. Perpustakaan
digital tidak memerlukan banyak perangkat, seperti: video player, DVD/VCD
player,tape recorder, microfilm reader, dll, dikarenakan hampir seluruh media
koleksi telah dikonversi dalam bentuk digital yang dapat diakses oleh komputer
perpustakaan
3. Dengan
koleksi digital,perpustakaan lebih mudah dalam sharing data atau
informasi kepada pengguna atau mitra kerja
4. Mudah dan cepat dalam mencari informasi yang
dibutuhkan dan diinginkan, sehingga lebih
menghemat
waktu dan lebih efektif dalam memperoleh pengetahuan;
pengertian lain dari :
1.
Digital
Library (DL) adalah koleksi informasi yang diorganisasi dan saling terhubung /
terkoneksi dimana informasi ini dapat disimpan, diakses, dimanipulasi dan
ditampilkan secara elektronis.Informasi yang disimpan dapat berupa teks,
grafik, animasi, video atau kombinasinya, dimana dapat diakses secara local
(organisasi itu sendiri) atau melalui internet.Melalui DL, kita dapat mengakses
buku, jurnal, gambar dll diberbagai Negara selama 24 jam sehari dan 7 hari
seminggu secara elektronis untuk melakukan eksplorasi guna mencari informasi,
melakukan analisis, atau merangkum informasi yang dibutuhkan.Disini, peran
Interaksi Manusia dan Komputer sangat penting karena user menginginkan adanya
akses yang mudah, tampilan yang menarik dan memberikan informasi sebanyak
mungkin yang dibutuhkannya dengan waktu yang relative cepat dan biaya yang
murah.
2.
Perpustakaan Digital
(digital library) adalah suatu perpustakaan
yang menyimpan data baik itu buku atau tulisan, gambar, suara, dalam bentuk
file elektronik dan mendistribusikannya dengan menggunakan protokol
elektronikmelalui jaringan computer
3.
Perpustakaan Digital
(digital library) adalah perpustakaan yang
harus memenuhi atau menyediakan semua jasa yang esensial dari jasa perpustakaan
tradisional dan juga harus mengekploitasi kelebihan dan manfaat penyimpanan
penelusuran dan komunikasi digital
4.
Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek
informasi yang mendukung akses obyek informasi tesebut melalui perangkat
digital. Layanan ini diharapkan dapat mempermudah pencarian informasi di dalam
koleksi obyek informasi seperti dokumen, gambar dan database dalam format
digital dengan cepat, tepat, dan akurat
5.
Perpustakaan digital merupakan perpustakaan di mana sebahagian besar sumber terdapat
dalam format yang boleh dicapai mesin (berbanding cetakan atau filem mikro),
dicapai melalui komputer. Kandungan digital boleh disimpan di situ atau dicapai
melalui jaringan komputer. Dalam perpustakaan, proses pendigitalan bermula
dengan katalog, kepada index berkala (periodical indexes) dan khidmat
abstrak, dan kemudiannya kepada (periodicals) dan buku rujukan besar,
dan akhirnya pada penerbitan buku. Sebahagian perpustakaan digital yang paling
berjaya dan terbesar adalah projrk gutenberg, ibiblio, dan internet archive.
Dasar Pemikiran diadakannya DL
Ide DL pertama kali dimunculkan oleh Vannevar
Bush (1945), yang menyatakan bahwa adanya peningkatan pekerjaan yang menuntu
spesialisasi dari pengetahuan pekerja dan kebutuhan yang sama untuk mengakses
informasi yang tumbuh dengan cepat dan semakin kompleks. Ide DL saat itu belum
secara eksplisit dinyatakan karena adanya keterbatasan teknologi Menampilkan
dan mengakses informasi menjadi sesuatu yang esensial jika pengetahuan dapat
diorganisasi dan dipelihara.Baru pada tahun 1988 oleh Ted Nelson dan Doug
Engelbart, dimunculkan istilah“hypertext” sebagai
embrio DL, dimana sebuah dokumen dapat diakses oleh user dimanapun dan kapanpun
melalui teknologi internet pada computer pribadinya.Melalui DL, pengetahuan
pekerja dapat bertambah dengan cepat karena secara online dapat mencari
informasi yang dibutuhkannya.Peran IMK disini adalah memberikan akses secara
langsung dan mengembangkan peralatan yang dibutuhkan dan disesuaikan dengan
kemampuan user, baik secara fisik maupun kognitif.
Outcome dan Proses DL
Secara umum, outcome (keluaran) dasar DL yang dikatakan baik jika
memenuhi unsur :
o Speed : kecepatan dalam mengakses
o Accuracy : keakuratan informasi yang
diberikan
o Comprehension : kemampuan untuk memberikan informasi
secara menyeluruh dan
lengkap
o Low fatigue : kemampuan untuk mengurangi keletihan
o Preference : kemampuan untuk memberikan
pilihan informasi yang dibutuhkan.
Proses utama yang diberikan oleh DL :
·
Navigation : kemampuan untuk mengarahkan informasi
yang dibutuhkan jika user
kebingungan dalam mencari informasi yang
dibutuhkan
·
Manipulation : kemampuan untuk memberikan kombinasi
informasi atau modifikasi
informasi yang dibutuhkan
Keunggulan perpustakaan digital
Dibandingkan dengan
perpustakaan tradisional dalam arti peprustakaan yang terbatas pada gedung atau
ruangan, maka perpustakaan digital memiliki keunggulan sebagai berikut:
- Tidak memiliki batas
fisik. Pemakai perpustakaan digital tidak perlu dating sendiri ke
perpustakaan, dia cukup mengakses informasi dengan syarat ada sambungan
Internet;
- Ketersediaan akses. Akses
informasi ke perpustakaan digital tersedia 24/7;
- Multiakses. Sumber yang
sama dapat diakses simultan oleh berbagai perpustakaan dan pemakai. Hal
ini ada batasnya menyangkut materi perpustakaan berhak cipta. Pengecualian
bila perpustakaan mengembangkan manajemen hak digital, pada sistem
tersebut sumber daya tidak dapat diakses setelah waktu pinjaman lewat atau
bila peminjamkan membuatnya tidak terakseskan. Ini sama saja dengan
mengembalikan sumber informasi.
- Temu balik. Pemakai dapat
menggunakan berbagai ancangan istilah untuk menelusur seluruh koleksi,
misalnya melalui kata, frasa, judul, nama, subjek. Perpustakaan digital
mampu menyediakan antarmuka memudahkan pemakai, memungkinkan pemakai
mengklik untuk mengakses sumber daya informasi.
- Preservasi dan konservasi.
Banyak materi perpustakaan yang mendekati tahap kerusakan total. Dapat
dialihbentuk menjadi digital. Sehingga materi perpustakaan yang mendekati
kerusakan dapat diselamatkan. Di segi lain, materi yang sudah didigitalkan
akan bermasalah pada masa depan menyangkut perangkat keras dan perangkat
lunak. Hal serupa dengan dokumen lahir digital artinya sejak saat
penciptaan sudah berformat digital.
- Wikipedia (2011)
menyebutkan bahwa perpustakaan digital berpotensi menyimpan lebih banyak informasi
karena memerlukan sedikit ruang untuk menyimpan informasi daripada
perpustakaan tradisional yang dibatas dengan ruang dan tempat penyimpanan.
Pendapat tersebut tidak selalu benar karena seorang rekan pernah bercerita
bahwa sebuah perpustakaan tradisional yang berlantai 3 ketika koleksinya
didigitalkan berubah menjadi 5 tingkat karena alat pendigital yang
memerlukan ruang penyimpanan
Pengertian E-Library
E-Library merupakan sistem
informasi berbasis interatur yang orientasiya berbentuk konsep perpustakaan
berbasis web. perpustakaan digital yang terhubung dalam jaringan interkoneksi
adalah suatu perpustakaan yang menyimpan data baik buku (tulisan), gambar
,suara datam bentuk file elektronik dan mendistribusikanya dengan menggunkan
protokol elektronik melalui jaringan kompute. istilah digital library sndiri
mengandung pengertian sama dengan perpustakaan elektronik atau virtual librar. E-library merupakan salah satu
bentuk kemajuan di bidang teknologi informasi. Definisi teknologi informasiitu
sendiri adalah teknologi yang digunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah
serta menyebarkan informasi. Perpustakaan elektronik juga merupakan bagian
sebuah jaringan kerja (network). Dimana secara teoritispemakai dapat memperoleh
salinan elektronik sebuah dokumen darimanapun, asal tidak ada kendala keamanan,
politik, ekonomi dan sosial.Beberapa perpustakaan sekolah telah memulai langkah
ke perpustakaan elektronik, ada pulaperpustakaan yang telah mengkomputerkan
sistem temu balik serta sistem jasanya. Hanya saja mengingat teknologi
informasi tidak hanya terbatas pada perangkat keras (alat) dan perangkat lunak
(program), tetapi juga mengikutsertakan manusia serta tujuan yang ditentukan
maka penggunaan teknologi informasi terutama e – library sebagai pilihan dalam
mengembangkan perpustakaan sekolah, perlu memperhatikan beberapa aspek
diantaranya aturan dan kemampuan sekolah yang bersangkuta.E-Library mulai
berkembang pesat sejak tahun 1990 diiringi dengan kemajuan teknologi jaringan
komputer yang memungkinkan pengaksesan informasi dari satu tempat ke tempat
lain yang sangat jauh dalam waktu singkat.
Munculnya istilah e-Library merupakan
kolaborasi terkini antara perpustakaan dengan teknologi informasi. Perpustakaan
adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak dan karya rekam
secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan,
penelitian, pelestarian informasi dan rekreasi para pemustaka, sedangkan e-Library merupakan
kesatuan manajemen database perpustakaan yang dikelola sedemikian
rupa dengan sarana penerapan teknologi informasi. Dengan demikian e-Library merupakan
regenerasi perpustakaan konvensional yang melayankan koleksi tercetak menjadi
perpustakaan modern dengan melayankan, menyimpan, menghasilkan, mengolah dan
menyebarkan informasi dalam media elektronik. e-Library atau
perpustakaan elektronik juga merupakan penyimpan nilai informasi dari dokumen,
audiovisual, dan materi grafis yang tersimpan dalam berbagai jenis media cetak
yang berkisar dari buku cetak, majalah, laporan dan poster hingga ke mikrofis,
slid, film, video, compact disc, audio tapes, optical disc, pita magnetis,
disket atau floppy disc, serta media lain yang tengah dikembangkan.
e-Library juga
merupakan bagian dari jaringan kerja (network), dimana secara teoritis pemakai
dapat memperoleh salinan elektronik sebuah dokumen darimanapun, asal tidak ada
kendala keamanan, politik, ekonomi dan sosial. e-Library mulai
berkembang pesat sejak tahun 1990 diiringi dengan kemajuan teknologi jaringan
komputer internet yang memungkinkan pengaksesan informasi dari satu tempat ke
tempat lain yang sangat jauh dalam waktu singkat.
Beberapa perpustakaan baik perpustakaan sekolah, perpustakaan umum,
perpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan nasional berlomba menerapkan e-Library untuk
memanjakaan pengguna dengan kemudahan akses yang dilayankan, seiring dengan
tuntutan dari masyarakat itu sendiri yang sudah biasa dengan perangkat
teknologi. Bentuk nyata penerapan
teknologi informasi diperpustakaan adalah mengkomputerkan sistem temu kembali
informasi dengan sistem jasa layanan yang terintegrasi. Hanya saja mengingat
teknologi informasi tidak hanya terbatas pada perangkat keras hardware dan
perangkat lunak software,tetapi juga mengikutsertakan manusia serta
tujuan yang ditentukan. Penggunaan teknologi informasi terutama e-Library sebagai
pilihan dalam mengembangkan perpustakaan perlu memperhatikan beberapa aspek
diantaranya aturan dan kemampuan perpustakaan. Penerapan e-Library secara
menyeluruh untuk pengguna dalam konteks perpustakaan tidak hanya data
bibliografi dan layanannya, tetapi menyangkut semua aspek kandungan informasi
yang terdapat didalamnya yakni isinya (full text).
Software e-Library
Internet merupakan referensi mutakhir bagi e-Library sekaligus
sebagai mitra untuk menyebarkan layanan perpustakaan elektronik kapanpun dan
dimanapun tanpa terbatas pada ruang dan waktu. Untuk menerapkan e-Library setidaknya
pengelola perpustakaan harus mempersiapkan perangkat sofware yang
dikhususkan untuk mengelola koleksi elektronik. Memang banyak cara bagaimana
perpustakaan mendapatkan software perpustakaan elektronik yang
baik dan bermutu. Diantaranya adalah membeli software dari
pengembang program denganmodul-modul pengeloaan perpustakaan elektronik yang
diinginkan, membuat sendiri software perpustakaan elektronik,
tentunya bagi pustakawan yang paham akan rekayasa pengembangan program,
mengunduh dari internet dengan memanfatkan program opensource yang
memiliki banyak pilihan dengan dukungan komunitas pengguna. Apabila ingin
memodifikasi software e-Library opensource, perpustakaan tidak
perlu membayar royalty kepada pembuat program, dan
memodifikasi sesuai kebutuhan perpustakaan pun tidak melanggar hak cipta
karena software tersebut bersifat bebas dan gratis.
Kelebihan
dari software ini adalah dengan menggunakan teknologi web
server dan penggunaan database yang fleksibel dengan tampilan
grafis sekali klik. Softwaretersedia dalam dua tipe yakni portable
senayan (psenayan) yang dikhususkan untuk pengguna operating system windows
dan senayan source untuk pengguna yang memahami penggunaan web server dan
manajemen database yang lebih kompleks. Software senayan
menyertakan pula panduan instalasi yang terkemas dalam senayan handbook sebagai
pedoman penggunan aplikasi software senayan dari proses input
data koleksi, layanan peminjaman dan pengembalian, statistik pelaporan,
penyiangan koleksi, penelusuran katalog komputer, backup data,
pembuatan barcode dan pembuatan kartu anggota. Program
aplikasi senayan sangat tepat untuk perpustakaan berskala kecil sampai
perpustakaan berskala besar karena dibuat oleh pengembang software yang
telah lama berkecimpung dalam dunia perpustakaan.
Sebagai pusat informasi publik sudah sepantasnya perpustakaan memberikan
terobosan layanan informasi terbaik untuk pengguna. Salah satunya adalah dengan
mengalihkan layanan konvensional perpustakaan menjadi layanan dengan penggunaan
teknologi informasi dan internet melalui e-Library. Perpustakaan dapat memanfaatkan
e-Library opensource untuk memanjakan pengguna tanpa harus
berinvestasi terlalu besar untuk membeli software dan membeli hak cipta. Dengan
e-Library peran dari perpustakaan sebagai bagian dari sarana
belajar seumur hidup masyarakat akan lebih bermakna. Apabila sudah demikian
maka perpustakaan akan selalu dirindukan oleh pengguna dan masyarakat luas.
Cyber Library
merupakan
suatu organisasi yang menyediakan sumber informasi termasuk penyiapan staff
yang ahli dalam menyeleksi, menstruktur, mengakses, menginterpretasi,
menyebarkan, menyimpan berbagai hasil kerja berupa digital dan menyajikannya
secara ekonomis untuk keperluan masyarakat. Pada hakikatnya Online
Library,E-Library dan juga Digital Library adalah sama,dt tinjau dari
pengertianya pun semua termasuk perpustakaan maya.
perbedaan
perpustakaan Cyber Library dan perpustakaan fisik yaitu:
Perpustakaan
online
1.
Untuk mencari buku yang diinginkan tidak
perlu mendatangi lokasi perpustakaan, tetapi dibutuhkan perangkat elektronik
seperti laptop/komputer dan internet.
2.
Buku yang dicari cepat ditemukan tanpa
mencari ke rak buku.
3.
Pengiriman buku lintas daerah, bahkan
lintas negara, dapat dilakukan cukup dengan transfer file buku tersebut via
Internet.
4.
Memungkinkan untuk mendapatkan lebih
banyak buku terbitan luar negeri.
5.
Tanpa perlu meminjam buku.
6.
Tidak ada kemungkinan akan hilang atau
rusaknya buku.
7.
Sumber perpustakaan online yaitu soft
file dari penerbit.
Perpustakaan
fisik
1.
Untuk mencari buku yang diinginkan harus
mendatangi lokasi perpustakaan.
2.
Harus mencari buku yang dinginkan
melalui katalog kemudian ke rak buku.
3.
Apabila ingin meminjam buku harus
melalui prosedur peminjaman buku.
4.
Apabila buku yang kita pinjam hilang
atau rusak, kita harus mengganti buku tersebut.
5.
Sumber perpustakaan fisik berupa bahan
pustaka tercetak berasal dari penerbit.
|
NO
|
BERDASARKAN
|
PERPUSTAKAAN FISIK
|
PERPUSTAKAAN ONLINE
|
|
1
|
Waktu
|
Terbatas
jam kerja
|
Tidak
terbatas, selama data sudah diupload
|
|
2
|
Pengelolaan
|
sederhana
|
Lebih
rumit
|
|
3
|
Jangkauan
|
Terbatas
|
Terbatas
dan tidak terbatas
|
|
4
|
Isi / buku / konten
|
Terbatas
yang telah dimiliki perpustakaan
|
Tidak
terbatas, dengan mengadakan hyperlink
|
|
5
|
Biaya
|
Sedang –
besar (tergantung dari kapasitas buku)
|
Besar pada
permulaan
|
|
6
|
Tempat
|
Membutuhkan
tempat yang baik dan terawat dan berdasarkan jumlah buku
|
Tidak
terlalu besar
|
|
7
|
Manfaat
|
Besar –
terbatas
|
Besar –
tidak terbatas
|
|
8
|
Keterbatasan
|
Biaya
untuk pembelian buku
|
Tidak
semua buku tersedia dalam bentuk ebook, dan tidak semua buku lama tersedia
dalam ebook
|
|
9
|
Sarana pendukung
|
terbatas
|
Tidak
terbatas, selama dapat meningkatkan minat da pengembangan program
perpustakaan online (games, video, tips, dll)
|
|
no
|
Directory
perpustakaan Online
|
Keterangan
|
|
1.
|
|
Cyber library yang dimiliki oleh
unisula
|
|
2.
|
|
Cyber library yang ada di indonesia
|
|
3.
|
http://www.plymouth.gov.uk/homepage/leisureandtourism/libraries/cyberlibrary/clbooks/booksonline.htm
|
Cyber Library berisi link ke ratusan
website yang dipilih, dijelaskan dan diselenggarakan oleh pustakawan dari
pelayanan perpustakaan umum di selatan-barat Inggris
|
|
4.
|
|
Cyber library milik pribadi
|
|
5.
|
|
Cyber library yang dibuat di avanue
|
|
6.
|
|
Cyber library yang dibuat di inggris
|
|
7.
|
|
Cyber library tentang Definitif
panduan untuk sejarah, arti dan pengucapan kata-kata bahasa Inggris dulu dan
sekarang.
|
|
8.
|
|
Versi online dari dunia ensiklopedia
paling dikenal dan paling otoritatif
|
|
9.
|
|
Cyber library yang di buat oleh oxford
|
|
10.
|
|
Cyber library yang dibuat oleh lowa
barat
|
|
11.
|
|
Cyber library milik bank Indonesia
|
|
12
|
|
Informasi tentang bisnis
|
|
13.
|
|
Memberikan literature untuk anak-anak
|
|
14.
|
|
Cyber library dari kumpulan beberapa
negara
|
|
15.
|
|
Cyber library Departemen Komunikasi
dan Informatika (Menkominfo)
|
|
16.
|
|
Salah satu cyber library milik
perorangan Negara Malaysia
|
|
17.
|
|
Cyber library Sultanah zahariah
|
|
18.
|
|
Memberikan informasi tentang
universitas di indonesia
|
|
19.
|
|
Cyber library milik universitas
tegnologi Malaysia
|
|
20.
|
|
Cyber library milik universitas sains
malaysia
|
|
21.
|
|
Memberikan seluruh informasi di
amerika
|
|
22.
|
|
Asosiasi perpustakaan di amerika
|
|
23.
|
|
Cyber library milik singapura
|
|
24.
|
|
Cyber library yang ada di georgia
|
|
25.
|
|
Cyber library yang ada di india
|
|
26.
|
|
Cyber library yang ada di Malaysia
yang memuat tentang islam
|
|
27.
|
|
Cyber library milik universitas di
Malaysia
|
|
28.
|
|
Cyber library universitas trengganu
|
|
29.
|
|
Cyber library universitas utara
Malaysia
|
|
30.
|
|
Cyber library yang ada di Singapore
|
|
31.
|
|
Cyber library nasional singapura
|
|
32.
|
|
Cyber library universitas cornell
America
|
|
33.
|
|
Cyber library di amerika
|
|
34.
|
Salah satu alamat cyber library
|
|
|
35.
|
Alamat cyber library di dunia maya
|
|
|
36.
|
|
Salah satu links universal digital
library
|
|
37.
|
Salah satu cyber library di oxford
|
|
|
38.
|
Sarana
penelusuran literature
|
|
|
39.
|
Sarana penelusuran literature kimia
|
|
|
40.
|
Sarana penelusuran literature kimia
|
|
|
41.
|
Cyber library penelusuran kimia
|
|
|
42.
|
Cyber library penelusuran literature
|
|
|
43.
|
|
Cyber library penelusuran tentang
kesehatan
|
|
44.
|
Sarana penelusuran dengan cyber
library
|
|
|
45.
|
Sarana penelusuran novel
|

Tidak ada komentar:
Posting Komentar