Selasa, 02 April 2013

cyber Library


TUGAS PUSTAKA KIMIA
CYBER LIBRARY




Disusun Oleh:
VINDHY DIAN INDAH PRATIKA
123194243 / PKB 2012


JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2013

Pengertian perpustakaan fisik
Perpustakaan fisik adalah mencakup suatu ruangan, bagian dari gedung / bangunan atau gedung tersendiri yang berisi bukubuku koleksi, yang diatur dan disusun demikian rupa, sehingga mudah untuk dicari dan dipergunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh pembaca. Atau Perpustakaan fisik  adalah kumpulan atau bangunan fisik sebagai tempat buku dikumpulkan dan disusun menurut sistem tertentu atau keperluan pemakai.

Pengertian perpustakaan Online
Berikut ini akan disajikan beberapa pengertian perpustakaan online, sebagaimana diolah dari beberapa sumber, yaitu:
  • Menurut undang-undang, perpustakaan online adalah suatu institusi pengelola karya tulis, karya cetak dan karya rekam secara proffesional yang dikelola dengan sistem baku dan bisa dinikmati secara langsung dan terhubung melalui jaringan internet.
  • Menurut kamus online, perpustakaan online adalah suatu unit kerja yang menyimpan berbagai macam karya cetak atau pustaka yang dikelola secara sistematis berdasar urutan abjad sebagai sumber informasi yang terhubung dengan jaringan internet.
·         Menurut para pakar, perpustakaan online adalah suatu tempat penyimpanan bahan pustaka yang secara fisik tidak dapat dilihat karena merupakan intitusi kerja dunia maya dan terhubung dengan jaringan internet
Pengertian Perpustakaan digital(Digital Library)
Perpustakaan sebagai suatu institusi pengelola informasi merupakan salah satu bidang penerapan teknologi informasi yang berkembang dengan pesat. Perkembangan dari penerapan teknologi informasi bisa kita lihat dari perkembangan jenis perpustakaan yang selalu berkaitan dengan teknologi informasi, diawali dari perpustakaan manual, perpustakaan terotomasi, perpustakaan hybrid, sampai pada perpustakaan digital (digital library) atau cyber library. Ukuran perkembangan jenis perpustakaan saat ini banyak diukur dari penerapan teknologi informasi yang digunakan dan bukan dari skala ukuran lain seperti besar gedung yang digunakan, jumlah koleksi yang tersedia maupun jumlah penggunanya. Koleksi perpustakaan di era globalisasi informasi tidak hanya terbatas pada media buku saja, melainkan mencakup media lainnya seperti majalah, surat kabar, peta, atlas, microfilm, CD, piringan hitam, tape/kaset, slide, dan berbagai macam media lainnya. Sejatinya yang terhimpun dalam perpustakaan itu sebenarnya adalah kumpulan informasi (ilmu pengetahuan) yang dihasilkan oleh manusia dari waktu ke waktu. Seiring berkembangnya teknologi informasi terutama peralatan elektronik yang dapat difungsikan sebagai komputer dan alat pembaca e-book, semisal Ipad, PDA,Blackberry, PC tablet, dan lain sebagainya, maka bahan pustaka sebagai sumber informasi mulai beralih dari bentuk tercetak menjadi elektronik atau digital seperti buku elektronik (e-book) dan jurnal elektronik (e-journal). Untuk menghadapi semakin gencarnya serbuan electronic devices perpustakaan tidak hanya dituntut untuk memberikan layanan pada pengguna dengan informasi yang tepat (right information for the right users), tetapi faktor kecepatan waktu dalam layanan informasi juga lebih dituntut. Sehingga sekarang persepsi masyarakat menuntut perpustakaan menjadi right information, right users and right now.
Sesungguhnya prinsip perpustakaan digital sama dengan perpustakaan konvensional; yaitu tetap ada kegiatan pengembangan koleksi, pengolahan, pemeliharaan dan pelayanan bahan pustaka.
Perbedaannya dengan perpustakaan konvensional terutama pada format dokumen yang dilayankan (full digital document) dan model pelayanannya. Keberadaan dan keberhasilan sebuah perpustakaan tidak terlepas dari perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi, serta kebudayaan.
Sebuah perpustakaan sering dikatakan jantung informasi dalam setiap institusi, bahkan konon dengan melihat perpustakaannya kita sudah dapat melihat kualitas institusi tersebut. Dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), dan internet telah mengakibatkan banyaknya koleksi (resource) yangtersedia dalam bentuk digital, dan perpustakaan konvensional beralih menjadi perpustakaan digital(digital library) atau menjadi e-library. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di perpustakaan dapat difungsikan dalam berbagai bentuk, antara lain: (1) Penerapan TIK digunakan sebagai Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan. Bidang kegiatan yang dapat diintegrasikan dengan sistem informasi perpustakaan adalah pengadaan, inventarisasi, katalogisasi, sirkulasi bahan pustaka, pengelolaan anggota, statistik dan lain sebagainya. Fungsi ini sering diistilahkan sebagai bentuk Automasi Perpustakaan. (2) Penerapan TIK sebagai sarana untuk menyimpan, mendapatkan dan mendiseminasikan informasi ilmu pengetahuan dalam format digital. Bentuk penerapan TIK dalam perpustakaan ini sering dikenal dengan istilah Perpustakaan Digital. Kedua fungsi penerapan TIK ini dapat terpisah maupun terintegrasi dalam suatu sistem informasi tergantung dari kemampuan software yang digunakan, sumber daya manusia dan infrastruktur peralatan teknologi informasi yang mendukung keduanya.

Perkembangan Perpustakaan Digital

Konsep dasar perpustakaan digital muncul pertama kali pada bulan Juli 1945 oleh Vannevar Bush. Beliau mengeluhkan penyimpanan informasi manual yang menghambat akses terhadap penelitian yang sudah dipublikasikan, untuk itu, Bush mengajukan ide untuk membuat catatan dan perpustakaan pribadi (untuk buku, rekaman/dokumentasi, dan komunikasi) yang termekanisasi. Selama dekade 1950-an dan 1960-an keterbukaan akses terhadap koleksi perpustakaan terus diusahakan oleh peneliti, pustakawan, dan pihak-pihak lain, tetapi teknologi yang ada belum cukup menunjang. Baru pada awal 1980-an fungsi-fungsi perpustakaan telah diautomasi melalui perangkat komputer, namun hanya pada lembaga-lembaga besar mengingat biaya investasi yang tinggi. Pada awal 1990-an hampir seluruh fungsi perpustakaan ditunjang dengan sistem automasi dalam jumlah dan cara tertentu. Fungsi-fungsi tersebut antara lain pembuatan katalog, sirkulasi, peminjaman antar perpustakaan, pengelolaan jurnal, penambahan koleksi, kontrol keuangan, manajemen koleksi yang sudah ada, dan data pengguna. Dalam periode ini komunikasi data secara elektronik dari satu perpustakaan ke perpustakaan lainnya semakin berkembang dengan cepat. Tahun 1994, Library of Congress mengeluarkan rancangan National Digital Library dengan menggunakan tampilan dokumen elektronik, penyimpanan dan penelusuran teks secara elektronik, dan teknologi lainnya terhadap koleksi cetak dan non-cetak tertentu.

Istilah dan Tujuan Perpustakaan Digital
Istilah Digital Library lebih banyak dipakai untuk pengertian Perpustakaan digital, disamping istilah lainnya yang mempunyai pengertian sama antara lain: Digital Library, Electronic Library, Virtual Library, Cyber Library, dan atau yang sedikit berbeda yaitu Hybrid Library. Pengertian Perpustakaan digital adalah: “merupakan suatu organisasi yang menyediakan sumber informasi termasuk penyiapan staff yang ahli dalam menyeleksi, menstruktur, mengakses, menginterpretasi, menyebarkan, menyimpan berbagai hasil kerja berupa digital dan menyajikannya secara ekonomis untuk keperluan masyarakat”. (Don Waters - Direktur Digital Library Federation, Amerika.(1998),

Tujuan membangun sebuah perpustakaan digital dengan semua kelebihannya, diantaranya
adalah:
1.      Koleksi yang disimpan dalam bentuk digital/elektronik dapat dirawat jauh lebih lama dibanding sistem penyimpanan non digital yang banyak dipengaruhi faktor alam, berdampak pada biaya pengadaan koleksi yang dapat diminimumkan
2.      Perpustakaan digital tidak memerlukan banyak perangkat, seperti: video player, DVD/VCD player,tape recorder, microfilm reader, dll, dikarenakan hampir seluruh media koleksi telah dikonversi dalam bentuk digital yang dapat diakses oleh komputer perpustakaan
3.      Dengan koleksi digital,perpustakaan lebih mudah dalam sharing data atau informasi kepada pengguna atau mitra kerja
4.       Mudah dan cepat dalam mencari informasi yang dibutuhkan dan diinginkan, sehingga lebih  
 menghemat waktu dan lebih efektif dalam memperoleh pengetahuan;

pengertian lain dari      :
1.      Digital Library (DL) adalah koleksi informasi yang diorganisasi dan saling terhubung / terkoneksi dimana informasi ini dapat disimpan, diakses, dimanipulasi dan ditampilkan secara elektronis.Informasi yang disimpan dapat berupa teks, grafik, animasi, video atau kombinasinya, dimana dapat diakses secara local (organisasi itu sendiri) atau melalui internet.Melalui DL, kita dapat mengakses buku, jurnal, gambar dll diberbagai Negara selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu secara elektronis untuk melakukan eksplorasi guna mencari informasi, melakukan analisis, atau merangkum informasi yang dibutuhkan.Disini, peran Interaksi Manusia dan Komputer sangat penting karena user menginginkan adanya akses yang mudah, tampilan yang menarik dan memberikan informasi sebanyak mungkin yang dibutuhkannya dengan waktu yang relative cepat dan biaya yang murah.
2.      Perpustakaan Digital (digital library) adalah suatu perpustakaan yang menyimpan data baik itu buku atau tulisan, gambar, suara, dalam bentuk file elektronik dan mendistribusikannya dengan menggunakan protokol elektronikmelalui jaringan computer
3.      Perpustakaan Digital (digital library) adalah perpustakaan yang harus memenuhi atau menyediakan semua jasa yang esensial dari jasa perpustakaan tradisional dan juga harus mengekploitasi kelebihan dan manfaat penyimpanan penelusuran dan komunikasi digital
4.      Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi tesebut melalui perangkat digital. Layanan ini diharapkan dapat mempermudah pencarian informasi di dalam koleksi obyek informasi seperti dokumen, gambar dan database dalam format digital dengan cepat, tepat, dan akurat
5.      Perpustakaan digital merupakan perpustakaan di mana sebahagian besar sumber terdapat dalam format yang boleh dicapai mesin (berbanding cetakan atau filem mikro), dicapai melalui komputer. Kandungan digital boleh disimpan di situ atau dicapai melalui jaringan komputer. Dalam perpustakaan, proses pendigitalan bermula dengan katalog, kepada index berkala (periodical indexes) dan khidmat abstrak, dan kemudiannya kepada (periodicals) dan buku rujukan besar, dan akhirnya pada penerbitan buku. Sebahagian perpustakaan digital yang paling berjaya dan terbesar adalah projrk gutenberg, ibiblio, dan internet archive.

Dasar Pemikiran diadakannya DL

Ide DL pertama kali dimunculkan oleh Vannevar Bush (1945), yang menyatakan bahwa adanya peningkatan pekerjaan yang menuntu spesialisasi dari pengetahuan pekerja dan kebutuhan yang sama untuk mengakses informasi yang tumbuh dengan cepat dan semakin kompleks. Ide DL saat itu belum secara eksplisit dinyatakan karena adanya keterbatasan teknologi Menampilkan dan mengakses informasi menjadi sesuatu yang esensial jika pengetahuan dapat diorganisasi dan dipelihara.Baru pada tahun 1988 oleh Ted Nelson dan Doug Engelbart, dimunculkan istilah“hypertext” sebagai embrio DL, dimana sebuah dokumen dapat diakses oleh user dimanapun dan kapanpun melalui teknologi internet pada computer pribadinya.Melalui DL, pengetahuan pekerja dapat bertambah dengan cepat karena secara online dapat mencari informasi yang dibutuhkannya.Peran IMK disini adalah memberikan akses secara langsung dan mengembangkan peralatan yang dibutuhkan dan disesuaikan dengan kemampuan user, baik secara fisik maupun kognitif.


Outcome dan Proses DL

Secara umum, outcome (keluaran) dasar DL yang dikatakan baik jika memenuhi unsur :
o   Speed                     : kecepatan dalam mengakses
o   Accuracy                : keakuratan informasi yang diberikan
o   Comprehension      : kemampuan untuk memberikan informasi secara menyeluruh dan
                                      lengkap
o   Low fatigue           : kemampuan untuk mengurangi keletihan
o   Preference              : kemampuan untuk memberikan pilihan informasi yang dibutuhkan.
Proses utama yang diberikan oleh DL :
·         Navigation      : kemampuan untuk mengarahkan informasi yang dibutuhkan jika user
               kebingungan dalam mencari informasi yang dibutuhkan
·         Manipulation   : kemampuan untuk memberikan kombinasi informasi atau modifikasi
              informasi yang dibutuhkan
Keunggulan perpustakaan digital
 Dibandingkan dengan perpustakaan tradisional dalam arti peprustakaan yang terbatas pada gedung atau ruangan, maka perpustakaan digital memiliki keunggulan sebagai berikut:
  1. Tidak memiliki batas fisik. Pemakai perpustakaan digital tidak perlu dating sendiri ke perpustakaan, dia cukup mengakses informasi dengan syarat ada sambungan Internet;
  2. Ketersediaan akses. Akses informasi ke perpustakaan digital tersedia 24/7;
  3. Multiakses. Sumber yang sama dapat diakses simultan oleh berbagai perpustakaan dan pemakai. Hal ini ada batasnya menyangkut materi perpustakaan berhak cipta. Pengecualian bila perpustakaan mengembangkan manajemen hak digital, pada sistem tersebut sumber daya tidak dapat diakses setelah waktu pinjaman lewat atau bila peminjamkan membuatnya tidak terakseskan. Ini sama saja dengan mengembalikan sumber informasi.
  4. Temu balik. Pemakai dapat menggunakan berbagai ancangan istilah untuk menelusur seluruh koleksi, misalnya melalui kata, frasa, judul, nama, subjek. Perpustakaan digital mampu menyediakan antarmuka memudahkan pemakai, memungkinkan pemakai mengklik untuk mengakses sumber daya informasi.
  5. Preservasi dan konservasi. Banyak materi perpustakaan yang mendekati tahap kerusakan total. Dapat dialihbentuk menjadi digital. Sehingga materi perpustakaan yang mendekati kerusakan dapat diselamatkan. Di segi lain, materi yang sudah didigitalkan akan bermasalah pada masa depan menyangkut perangkat keras dan perangkat lunak. Hal serupa dengan dokumen lahir digital artinya sejak saat penciptaan sudah berformat digital.
  6. Wikipedia (2011) menyebutkan bahwa perpustakaan digital berpotensi menyimpan lebih banyak informasi karena memerlukan sedikit ruang untuk menyimpan informasi daripada perpustakaan tradisional yang dibatas dengan ruang dan tempat penyimpanan. Pendapat tersebut tidak selalu benar karena seorang rekan pernah bercerita bahwa sebuah perpustakaan tradisional yang berlantai 3 ketika koleksinya didigitalkan berubah menjadi 5 tingkat karena alat pendigital yang memerlukan ruang penyimpanan
Pengertian E-Library
E-Library merupakan sistem informasi berbasis interatur yang orientasiya berbentuk konsep perpustakaan berbasis web. perpustakaan digital yang terhubung dalam jaringan interkoneksi adalah suatu perpustakaan yang menyimpan data baik buku (tulisan), gambar ,suara datam bentuk file elektronik dan mendistribusikanya dengan menggunkan protokol elektronik melalui jaringan kompute. istilah digital library sndiri mengandung pengertian sama dengan perpustakaan elektronik atau virtual librar. E-library merupakan salah satu bentuk kemajuan di bidang teknologi informasi. Definisi teknologi informasiitu sendiri adalah teknologi yang digunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah serta menyebarkan informasi. Perpustakaan elektronik juga merupakan bagian sebuah jaringan kerja (network). Dimana secara teoritispemakai dapat memperoleh salinan elektronik sebuah dokumen darimanapun, asal tidak ada kendala keamanan, politik, ekonomi dan sosial.Beberapa perpustakaan sekolah telah memulai langkah ke perpustakaan elektronik, ada pulaperpustakaan yang telah mengkomputerkan sistem temu balik serta sistem jasanya. Hanya saja mengingat teknologi informasi tidak hanya terbatas pada perangkat keras (alat) dan perangkat lunak (program), tetapi juga mengikutsertakan manusia serta tujuan yang ditentukan maka penggunaan teknologi informasi terutama e – library sebagai pilihan dalam mengembangkan perpustakaan sekolah, perlu memperhatikan beberapa aspek diantaranya aturan dan kemampuan sekolah yang bersangkuta.E-Library mulai berkembang pesat sejak tahun 1990 diiringi dengan kemajuan teknologi jaringan komputer yang memungkinkan pengaksesan informasi dari satu tempat ke tempat lain yang sangat jauh dalam waktu singkat.
Munculnya istilah e-Library merupakan kolaborasi terkini antara perpustakaan dengan teknologi informasi. Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak dan karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian informasi dan rekreasi para pemustaka, sedangkan e-Library merupakan kesatuan manajemen database perpustakaan yang dikelola sedemikian rupa dengan sarana penerapan teknologi informasi. Dengan demikian e-Library merupakan regenerasi perpustakaan konvensional yang melayankan koleksi tercetak menjadi perpustakaan modern dengan melayankan, menyimpan, menghasilkan, mengolah dan menyebarkan informasi dalam media elektronik. e-Library atau perpustakaan elektronik juga merupakan penyimpan nilai informasi dari dokumen, audiovisual, dan materi grafis yang tersimpan dalam berbagai jenis media cetak yang berkisar dari buku cetak, majalah, laporan dan poster hingga ke mikrofis, slid, film, video, compact disc, audio tapes, optical disc, pita magnetis, disket atau floppy disc, serta media lain yang tengah dikembangkan.
             e-Library juga merupakan bagian dari jaringan kerja (network), dimana secara teoritis pemakai dapat memperoleh salinan elektronik sebuah dokumen darimanapun, asal tidak ada kendala keamanan, politik, ekonomi dan sosial. e-Library mulai berkembang pesat sejak tahun 1990 diiringi dengan kemajuan teknologi jaringan komputer internet yang memungkinkan pengaksesan informasi dari satu tempat ke tempat lain yang sangat jauh dalam waktu singkat.
            Beberapa perpustakaan baik perpustakaan sekolah, perpustakaan umum, perpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan nasional berlomba menerapkan e-Library untuk memanjakaan pengguna dengan kemudahan akses yang dilayankan, seiring dengan tuntutan dari masyarakat itu sendiri yang sudah biasa dengan perangkat teknologi.        Bentuk nyata penerapan teknologi informasi diperpustakaan adalah mengkomputerkan sistem temu kembali informasi dengan sistem jasa layanan yang terintegrasi. Hanya saja mengingat teknologi informasi tidak hanya terbatas pada perangkat keras hardware dan perangkat lunak software,tetapi juga mengikutsertakan manusia serta tujuan yang ditentukan. Penggunaan teknologi informasi terutama e-Library sebagai pilihan dalam mengembangkan perpustakaan perlu memperhatikan beberapa aspek diantaranya aturan dan kemampuan perpustakaan. Penerapan e-Library secara menyeluruh untuk pengguna dalam konteks perpustakaan tidak hanya data bibliografi dan layanannya, tetapi menyangkut semua aspek kandungan informasi yang terdapat didalamnya yakni isinya (full text).

Software e-Library
            Internet merupakan referensi mutakhir bagi e-Library sekaligus sebagai mitra untuk menyebarkan layanan perpustakaan elektronik kapanpun dan dimanapun tanpa terbatas pada ruang dan waktu. Untuk menerapkan e-Library setidaknya pengelola perpustakaan harus mempersiapkan perangkat sofware yang dikhususkan untuk mengelola koleksi elektronik. Memang banyak cara bagaimana perpustakaan mendapatkan software perpustakaan elektronik yang baik dan bermutu. Diantaranya adalah membeli software dari pengembang program denganmodul-modul pengeloaan perpustakaan elektronik yang diinginkan, membuat sendiri software perpustakaan elektronik, tentunya bagi pustakawan yang paham akan rekayasa pengembangan program, mengunduh dari internet dengan memanfatkan program opensource yang memiliki banyak pilihan dengan dukungan komunitas pengguna. Apabila ingin memodifikasi software e-Library opensource, perpustakaan tidak perlu membayar royalty kepada pembuat program, dan memodifikasi sesuai kebutuhan perpustakaan pun tidak  melanggar hak cipta karena software tersebut bersifat bebas dan gratis.
           Kelebihan dari software ini adalah dengan menggunakan teknologi web server dan penggunaan database yang fleksibel dengan tampilan grafis sekali klik. Softwaretersedia dalam dua tipe yakni portable senayan (psenayan) yang dikhususkan untuk pengguna operating system windows dan senayan source untuk pengguna yang memahami penggunaan web server dan manajemen database yang lebih kompleks. Software senayan menyertakan pula panduan instalasi yang terkemas dalam senayan handbook sebagai pedoman penggunan aplikasi software senayan dari proses input data koleksi, layanan peminjaman dan pengembalian, statistik pelaporan, penyiangan koleksi, penelusuran katalog komputer, backup data, pembuatan barcode dan pembuatan kartu anggota. Program aplikasi senayan sangat tepat untuk perpustakaan berskala kecil sampai perpustakaan berskala besar karena dibuat oleh pengembang software yang telah lama berkecimpung dalam dunia perpustakaan.
            Sebagai pusat informasi publik sudah sepantasnya perpustakaan memberikan terobosan layanan informasi terbaik untuk pengguna. Salah satunya adalah dengan mengalihkan layanan konvensional perpustakaan menjadi layanan dengan penggunaan teknologi informasi dan internet melalui e-Library. Perpustakaan dapat memanfaatkan e-Library opensource untuk memanjakan pengguna tanpa harus berinvestasi terlalu besar untuk membeli software dan membeli hak cipta. Dengan e-Library peran dari perpustakaan sebagai bagian dari sarana belajar seumur hidup masyarakat akan lebih bermakna. Apabila sudah demikian maka perpustakaan akan selalu dirindukan oleh pengguna dan masyarakat luas.


Cyber Library
merupakan suatu organisasi yang menyediakan sumber informasi termasuk penyiapan staff yang ahli dalam menyeleksi, menstruktur, mengakses, menginterpretasi, menyebarkan, menyimpan berbagai hasil kerja berupa digital dan menyajikannya secara ekonomis untuk keperluan masyarakat. Pada hakikatnya Online Library,E-Library dan juga Digital Library adalah sama,dt tinjau dari pengertianya pun semua termasuk perpustakaan maya.
perbedaan perpustakaan Cyber Library dan perpustakaan fisik yaitu:
Perpustakaan online
1.      Untuk mencari buku yang diinginkan tidak perlu mendatangi lokasi perpustakaan, tetapi dibutuhkan perangkat elektronik seperti laptop/komputer dan internet.
2.      Buku yang dicari cepat ditemukan tanpa mencari ke rak buku.
3.      Pengiriman buku lintas daerah, bahkan lintas negara, dapat dilakukan cukup dengan transfer file buku tersebut via Internet.
4.      Memungkinkan untuk mendapatkan lebih banyak buku terbitan luar negeri.
5.      Tanpa perlu meminjam buku.
6.      Tidak ada kemungkinan akan hilang atau rusaknya buku.
7.      Sumber perpustakaan online yaitu soft file dari penerbit.

 Perpustakaan fisik
1.      Untuk mencari buku yang diinginkan harus mendatangi lokasi perpustakaan.
2.      Harus mencari buku yang dinginkan melalui katalog kemudian ke rak buku.
3.      Apabila ingin meminjam buku harus melalui prosedur peminjaman buku.
4.      Apabila buku yang kita pinjam hilang atau rusak, kita harus mengganti buku tersebut.
5.      Sumber perpustakaan fisik berupa bahan pustaka tercetak berasal dari penerbit.
NO
BERDASARKAN
PERPUSTAKAAN FISIK
PERPUSTAKAAN ONLINE
1
Waktu
Terbatas jam kerja
Tidak terbatas, selama data sudah diupload
2
Pengelolaan
sederhana
Lebih rumit
3
Jangkauan
Terbatas
Terbatas dan tidak terbatas
4
Isi / buku / konten
Terbatas yang telah dimiliki perpustakaan
Tidak terbatas, dengan mengadakan hyperlink
5
Biaya
Sedang – besar (tergantung dari kapasitas buku)
Besar pada permulaan
6
Tempat
Membutuhkan tempat yang baik dan terawat dan berdasarkan jumlah buku
Tidak terlalu besar
7
Manfaat
Besar – terbatas
Besar – tidak terbatas
8
Keterbatasan
Biaya untuk pembelian buku
Tidak semua buku tersedia dalam bentuk ebook, dan tidak semua buku lama tersedia dalam ebook
9
Sarana pendukung
terbatas
Tidak terbatas, selama dapat meningkatkan minat da pengembangan program perpustakaan online (games, video, tips, dll)



no
Directory perpustakaan Online
Keterangan
1.


Cyber library yang dimiliki oleh unisula
2.


Cyber library yang ada di indonesia
3.



Cyber Library berisi link ke ratusan website yang dipilih, dijelaskan dan diselenggarakan oleh pustakawan dari pelayanan perpustakaan umum di selatan-barat Inggris
4.


Cyber library milik pribadi
5.


Cyber library yang dibuat di avanue
6.


Cyber library yang dibuat di inggris
7.



Cyber library tentang Definitif panduan untuk sejarah, arti dan pengucapan kata-kata bahasa Inggris dulu dan sekarang.

8.


Versi online dari dunia ensiklopedia paling dikenal dan paling otoritatif

9.


Cyber library yang di buat oleh oxford
10.


Cyber library yang dibuat oleh lowa barat
11.


Cyber library milik bank Indonesia
12


Informasi tentang bisnis
13.


Memberikan literature untuk anak-anak
14.


Cyber library dari kumpulan beberapa negara
15.


Cyber library Departemen Komunikasi dan Informatika (Menkominfo)
16.


Salah satu cyber library milik perorangan Negara Malaysia
17.


Cyber library Sultanah zahariah
18.


Memberikan informasi tentang universitas di indonesia
19.


Cyber library milik universitas tegnologi Malaysia
20.


Cyber library milik universitas sains malaysia
21.


Memberikan seluruh informasi di amerika
22.


Asosiasi perpustakaan di amerika
23.


Cyber library milik singapura

24.



Cyber library yang ada di georgia
25.


Cyber library yang ada di india
26.


Cyber library yang ada di Malaysia yang memuat tentang islam
27.


Cyber library milik universitas di Malaysia
28.


Cyber library universitas trengganu
29.

Cyber library universitas utara Malaysia
30.


Cyber library yang ada di Singapore
31.


Cyber library nasional singapura

32.


Cyber library universitas cornell America
33.


Cyber library di amerika
34.
Salah satu alamat cyber library
35.
Alamat cyber library di dunia maya
36.


Salah satu links universal digital library
37.
Salah satu cyber library di oxford
38.
Sarana  penelusuran literature
39.
Sarana penelusuran literature kimia
40.
Sarana penelusuran literature kimia
41.
Cyber library penelusuran kimia
42.
Cyber library penelusuran literature
43.

Cyber library penelusuran tentang kesehatan
44.
Sarana penelusuran dengan cyber library
45.
Sarana penelusuran novel




Tidak ada komentar:

Posting Komentar