TUGAS PUSTAKA KIMIA
Disusun Oleh:
VINDHY DIAN
INDAH PRATIKA
123194243 / PKB
2012
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS
NEGERI SURABAYA
2013
Perbedaan antara
jurnal,tesis,skripsi,dan makalah
1. Jurnal
Adalah
berkala yang berbentuk pamflet berseri berisi bahan yang sangat diminati orang
saat diterbitkan . Bila dikaitkan dengan kata ilmiah di belakang kata jurnal
dapat terbitan berarti berkala yang berbentuk pamflet yang berisi bahan ilmiah
yang sangat diminati orang saat diterbitkan
Cirri
–ciri dari jurnal adalah:
a.
Diterbitkan
oleh lembaga penerbit atau institusi keilmuan (misal: Organisasi Profesi,
Perguruan Tinggi, Lembaga Riset, Penerbit, dll).
b.
Struktur
utama artikel adalah: Judul artikel, Nama Penulis, Abstrak, Isi, Kesimpulan,
Daftar Pustaka
2. Skripsi
Skripsi adalah istilah yang digunakan
di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya
tulis ilmiah berupa
paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu
permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan
kaidah-kaidah yang berlaku. [1]
Ada beberapa pengertian
lain dari skripsi:
a.
Skripsi
merupakan karya tulis ilmiah berdasarkan hasil penelitian lapangan dan atau
studi kepustakaan yang disusun mahasiswa sesuai dengan bidangstudinya sebagai tugas akhir dalam studi formalnya
di Perguruan Tinggi. Skripsi dalam dunia pendidikan berarti suatu
hasil penyusunan tulisanilmiah yang telah dibuktikan kebenarannya berdasarkan
data - data yang telahdikumpulkan dan tentunya data yang dikumpulkan diolah
untuk kemudianmenjadi data yang valid sebagai bahan acuan buat membuktikan
kebenaran suatutulisan tersebut.
b.
Skripsi
adalah laporan tertulis hasil penelitian yang dilakukan olehmahasiswa dengan
bimbingan Dosen Pembimbing Skripsi untuk dipertahankan dihadapan Penguji
Skripsi sebagai syarat untuk memperoleh derajat SarjanaSkripsi merupakan karya
tulis ilmiah berdasarkan hasil penelitian yangdilakukan
oleh seorang mahasiswa sebagai tugas akhir untuk memperoleh gelar sarjana.
Berdasarkan definisi awam yang dirumuskan skripsi mengandungkomponen pengertian
berikut : Karya tulis, Ilmiah, Hasil Penelitian, Dilakukanoleh mahasiswa,
Berkualifikasi sarjana(Rahyono Fx, 2010:23).
c.
Skripsi
adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikansuatu karya
tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yangmembahas
suatu permasalahan / fenomena dalam bidang ilmu tertentu denganmenggunakan
kaidah-kaidah yang berlaku. Skripsi merupakan karya tulis
ilmiah berdasarkan hasil penelitian lapangan dan atau studi kepustakaan
yang disusunmahasiswa sesuai dengan bisang studinya sebagai tugas akhir dalam
studiformalnya di Perguruan Tinggi.Skripsi adalah karya ilmiah yang ditulis
mahasiswa program S-1 yangmembahas topik atau bidang tertentu berdasarkan hasil
kajian pustaka yang ditelitioleh para ahli, hasil penelitian lapangan atau
hasil pengembangan atau eksperimen(Munslich Mansnur, 2009: 4)
Skripsi bertujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis
suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya. Mahasiswa yang mampu menulis
skripsi dianggap mampu memadukan pengetahuan dan keterampilannya dalam
memahami, menganalisis, menggambarkan, dan menjelaskan masalah yang berhubungan
dengan bidang keilmuan yang diambilnya. Skripsi merupakan persyaratan untuk
mendapatkan status sarjana (S1) di setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun
Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia. Istilah skripsi sebagai
tugas akhirsarjana hanya digunakan di Indonesia. Negara lain, seperti
Australia menggunakan istilah thesis untuk penyebutan tugas
akhir dengan riset untuk jenjang undergraduate (S1), postgraduate (S2),
Ph.D. dengan riset (S3) dan disertation untuk
tugas riset dengan ukuran yang kecil baik undergraduate (S1)
ataupun postgraduate (pascasarjana). Sedangkan di Indonesia
skripsi untuk jenjang S1, tesis untuk jenjang S2, dan disertasi untuk jenjang
S3.[2]
Dalam penulisan skripsi, mahasiswa
dibimbing oleh satu atau dua orang pembimbing yang berstatus dosen pada perguruan tinggi
tempat mahasiswa kuliah. Untuk penulisan
skripsi yang dibimbing oleh dua orang, dikenal istilah Pembimbing I dan
Pembimbing II. Biasanya, Pembimbing I memiliki peranan yang lebih dominan bila
dibanding dengan Pembimbing II.
Proses penyusunan skripsi
berbeda-beda antara satu kampus dengan yang lain. Namun umumnya, proses
penyusunan skripsi adalah sebagai berikut:
·
Pengajuan
judul skripsi
·
Pengajuan
proposal skripsi
·
Setelah
penulisan dianggap siap dan selesai, mahasiswa mempresentasikan hasil karya
ilmiahnya tersebut pada Dosen Penguji (sidang tugas akhir).
·
Mahasiswa
yang hasil ujian skripsinya diterima dengan revisi, melakukan proses revisi
sesuai dengan masukan Dosen Penguji.
Terdapat juga proses penyusunan skripsi yang cukup ringkas sebagai berikut:
·
Pengajuan
judul skripsi/meminta topik skripsi dari dosen
·
Penelitian
dan bimbingan skripsi
·
Seminar
·
Sidang
·
Revisi
Cirri –ciri dari skripsi:
1. Berbentuk karya ilmiah
2. Tugas akhir mahasiswa S1 sesuai
dengan bidang ilmunya
3. Biasanya dalam bentuk hasil
penelitian atau studi kepustakaan
3. Tesis
Tesis,
adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat
program Strata Dua (S2), yang diajukan untuk dinilai oleh tim penguji guna memperoleh
gelar Magister. Pembahasan dalam tesis mencoba mengungkapkan persoalan ilmiah
tertentu dan memecahkannya secara analisis kristis. Tesis merupakan bukti
kemampuan yang bersangkutan dalam penelitian dan pengembangan ilmu pada salah
satu bidang keilmuan dalam Ilmu Pendidikan
Cirri-ciri
dari tesis:
4. Berbentuk karya ilmiah
5. Biasanya menjadi tugas akhir
mahasiswa S2
6. Masalah yang diungkapkan mengenai
persoalan ilmiah
4. Makalah
Makalah
suatu karya tulis yang disusun oleh seseorang atau kelompok utnuk membahas pokok
bahasan tertentu.
Jenis makalah :
1. Makalah biasa (common paper)
2. Makalah posisi ( position paper)
Makalah biasa menunjukkan kemampuan seseorang terhadap permasalahan yang dibahas, makalah ini biasanya deskriptif. Pembuat makalah akan mengemkakan berbagai terri atau aliran atau pandanagan tenetang masalah yang dikaji, tetapi tidaka memihak pada salah satu teori, aliran atau pandangan dan tidak pula berargumentasi tentang pandangan,aliran atau pendapat tersebut. Dalam makalah posisi, penulis menunjukkan posisi teioritiknya dalam suatu kajian. Pada makalah ini penulis tidaka hanya mengemukakan penguasaan suatu teori, tapi juga dipersyaratkan untuk menunjukkan di mana posisinya diantara teori-teori tersebut, edisertai dengan berbagai argumen, alsan dan teori yang mendukungnya. Dalam makalah posisi penulis sudah melakukan evaluasi, analisis dan sintesis.
Jenis makalah :
1. Makalah biasa (common paper)
2. Makalah posisi ( position paper)
Makalah biasa menunjukkan kemampuan seseorang terhadap permasalahan yang dibahas, makalah ini biasanya deskriptif. Pembuat makalah akan mengemkakan berbagai terri atau aliran atau pandanagan tenetang masalah yang dikaji, tetapi tidaka memihak pada salah satu teori, aliran atau pandangan dan tidak pula berargumentasi tentang pandangan,aliran atau pendapat tersebut. Dalam makalah posisi, penulis menunjukkan posisi teioritiknya dalam suatu kajian. Pada makalah ini penulis tidaka hanya mengemukakan penguasaan suatu teori, tapi juga dipersyaratkan untuk menunjukkan di mana posisinya diantara teori-teori tersebut, edisertai dengan berbagai argumen, alsan dan teori yang mendukungnya. Dalam makalah posisi penulis sudah melakukan evaluasi, analisis dan sintesis.
Makalah
adalah sebuah karya tulis ilmiah mengenai suatu topik tertentu yang mencakup dalam ruang
lingkup permasalahan.
Ciri-ciri makalah
1. Merupakan hasil kajian
literatur atau hasil laporan pelaksanaan kegiatan lapangan mengenai suatu
permasalahan
2. Mendemonstrasikan
pemahaman teoritik dan kemampuan menerapkan prosedur, prinsip dan teori yang
berhubungan dengan permasalahan
3. Menunjukkan kemampuan
pemahaman isi dan berbagai sumber yang digunakan.
4. Mendemonstrasikan
kemampuan menyusun berbagai sumber informasi dalam satu kesatuan sintesis yang
utuh.
Penjelasan
ICV Dan Impact Factor
Indeks Copernicus (IC) : adalah sebuah database online dari
pengguna menyumbangkan informasi, termasuk profil ilmuwan, serta ilmiah,
publikasi lembaga dan proyek didirikan pada tahun 1999 di Polandia. Database
memiliki alat penilaian produktivitas beberapa yang memungkinkan untuk melacak
dampak dari karya ilmiah dan publikasi, ilmuwan individu, atau lembaga
penelitian. Selain aspek produktivitas, Copernicus Index juga menawarkan
abstracting tradisional dan pengindeksan publikasi ilmiah. Database
dioperasikan oleh Index Copernicus International. Atau pintu gerbang seluruh
dunia untuk informasi ilmiah yang kompleks.
Sistem ini bertujuan untuk:
1. peneliti
akademis tingkat
2. praktisi
klinis
3. informasi
dan penyedia cetak ulang
4. pustakawan
5. editor
jurnal
6. instansi
pemerintah
Indeks Copernicus digunakan
pendekatan inovatif untuk layanan informasi ilmiah internasional yaitu
integratif, interaktif dan inklusif.
Pengertian Integrasi,interaktif dan
inklusif adalah sebagai berikut:
Integrasi digunakan : Sebagian besar sistem informasi ilmiah
yang ada hanya menyediakan satu jenis informasi bibliografi di alam. Database
bibliografi hanya memberikan informasi tentang makalah yang diterbitkan,
sedangkan database lain fokus pada pendaftaran percobaan atau jenis informasi
lainnya. Sebagai salah satu bisa membayangkan, potongan informasi tunggal yang
nilai terbatas. Indeks Copernicus menyediakan link mudah antara sejumlah daerah
informasi yang berbeda, yang menyebabkan mudah dari satu jenis informasi yang
lain. Sebuah pencarian dalam database ilmuwan, misalnya, dapat menyebabkan
informasi terkait pada layanan lain seperti Jurnal Daftar Induk, Laporan Kasus
Daftar, Paten, atau Clinical Trial Register. IC demikian benar-benar
interaktif, menjawab pertanyaan yang lebih kompleks pengguna.
Interaksi merupakan :Informasi tergantung pada kedalaman
pengguna penyelidikan, sering memberikan novel dan berguna informasi bahwa
keinginan pengguna. Dengan demikian dapat disesuaikan dengan pertanyaan yang
unik pengguna, sehingga benar-benar interaktif. Dengan kata lain, pengguna
dapat mengontrol jenis informasi yang diperoleh.
Inklusivitas.IC : adalah database global yang ilmiah melalui mana semua
jurnal bisa didaftarkan, tidak hanya yang dianggap tepat oleh kelompok sewenang-wenang
individu. Karakteristik ini membuat IC yang benar-benar inklusif sebagai lawan
eksklusif. Namun, penting untuk dicatat bahwa IC menghormati berbagai komunitas
ilmiah mengirimkan informasi mereka dengan memungkinkan komunitas tersebut
untuk menentukan apa yang ingin mereka telah ditampilkan secara global dan apa
yang mereka ingin menjaga rahasia. Negara dapat, misalnya, tidak ingin memiliki
rincian tentang ilmuwan dan proyek-proyek mereka terdaftar, sehingga informasi
ini hanya ditampilkan "lokal". Ini akan menjadi penting untuk
mematenkan pertimbangan.
IC
dengan sifatnya, multi-budaya, melayani masyarakat ilmiah global dan
menghormati susunan budaya anggotanya. IC, jika diinginkan juga dapat diatur
untuk berbagai negara dengan cara multi-bahasa dimana informasi yang juga dapat
dibuat tersedia dalam dialek lokal. Secara umum, IC juga dapat digunakan
sebagai alat produktivitas utama lokal melalui database-nya menyoroti ilmuwan
lokal atas juga berfungsi sebagai jaringan bagi para ilmuwan lain yang ingin menemukan
bantuan atau kolega dan menentukan proses yang akan menjamin kesuksesan mereka.
Baik jaringan jelas meningkatkan peluang untuk pendanaan dan pengakuan
internasional. Setelah rekan temuan ini karena alat menyatukan ahli, lagi
meningkatkan kesempatan mereka untuk dana hibah pada berbagai tingkatan. alat
produktivitas yang sama dan potensi kerjasama di tingkat internasional dapat
dicatat.
fungsi ICV: untuk memberikan peringkat dan
memberikan penilaian terhadap kualitas dari jurnal yang bersangkutan. Hal ini
sangat penting untuk menentukan bobot/kualitas dari hasil penelitian (paper)
dan juga kredibilitas dari seorang peneliti. Seorang peneliti akan semakin
diakui/dipercayai secara mendunia apabila papernya bisa dimuat pada jurnal
dengan peringkat yang baik/ level atas.
Tahap-Tahap Penilaian ICV:
TAHAP 1
Analisis parametrik Detil Kelompok berikut
parameter yang dievaluasi: kualitas Ilmiah: 580 basis poin (58,0%), kualitas
Editorial: 200 basis poin (20,0%), ketersediaan Internasional: 135 basis poin
(13,5%), Frekuensi-Keteraturan-Stabilitas: 50 basis poin (5,0%), kualitas
Teknis: 35 basis poin (3,5%), Jumlah: basis poin 1000 (100,0%)
TAHAP 2
Skor skor analisis Negatif Negatif diberikan
untuk: penerbitan tidak teratur atau terlambat [terlambat hingga satu periode
penerbitan (-30), isu-isu bersama (-50), lebih akhir dari satu periode
penerbitan (-60)]; penempatan iklan tidak etis [dalam Artikel (-60), langsung
sebelum / setelah artikel (-40).
TAHAP 3
Ahli peer-review:
Frekuensi-Keteraturan-Stabilitas: 50 basis poin (5,0%), signifikansi ilmiah
dari materi yang dipublikasikan [± 20], Up-to-date konten [± 20], nilai
Pendidikan [± 20].
Menghitung Indeks Copernicus Nilai (ICV) Pertama, Basis Poin (BP) yang diubah menjadi 10 poin Skor Dasar Total (TBS), maka: Untuk jurnal terindeks di Isi Lancar Index Copernicus Nilai (ICV) perhitungan didasarkan pada rumus berikut : 9 + [(TBS) × (IF)] (di mana IF = dampak nilai faktor). Formula ini memastikan bahwa jurnal diindeks sama Isi Lancar yang memiliki ICV minimum = 9 poin. Selama sisa jurnal yang TIDAK diindeks dalam Isi Lancar TBS = ICV
TAHAP 4
Menghitung Indeks Copernicus Nilai (ICV) Pertama, Basis Poin (BP) yang diubah menjadi 10 poin Skor Dasar Total (TBS), maka: Untuk jurnal terindeks di Isi Lancar Index Copernicus Nilai (ICV) perhitungan didasarkan pada rumus berikut : 9 + [(TBS) × (IF)] (di mana IF = dampak nilai faktor). Formula ini memastikan bahwa jurnal diindeks sama Isi Lancar yang memiliki ICV minimum = 9 poin. Selama sisa jurnal yang TIDAK diindeks dalam Isi Lancar TBS = ICV
TAHAP 4
Kualitas Ilmiah Parameter berikut telah
dievaluasi: indeksasi Internasional. Tahunan persen makalah penelitian asli.
Sebuah makalah riset asli adalah salah satu, yang menyajikan hasil investigasi
empiris (klinis atau laboratorium) dibagi menjadi bagian berikut: latar
belakang, materi dan metode, hasil, pembahasan, kesimpulan, referensi.
Persentase karya asli yang diterbitkan dalam jurnal refl ects karakter (ilmiah
atau pendidikan) dan menunjukkan potensi kepentingan peneliti dalam penerbitan.
Jumlah makalah yang diterbitkan setiap tahun dari pusat luar negeri jurnal asal
secara tidak langsung menunjukkan tingkat penerimaan jurnal di pasar
internasional. Publikasi lebih internasional - semakin tinggi. Jumlah semua
makalah yang diterbitkan secara tahunan Mencerminkan kepengarangan potensial
dan penerimaan untuk jurnal. Makalah hanya diterbitkan dalam isu-isu reguler
dianggap. Makalah yang diterbitkan dalam isu-isu khusus atau suplemen tidak
dihitung karena mereka tidak dianggap untuk menjalani proses peer-review secara
teratur. Hal ini juga akan dinilai jika makalah yang diterbitkan di jurnal
berasal dari sumber yang terkait dengan dewan penerbit atau editorial saja,
menurunkan nilai IC. Dewan Editorial Internasional menambah skor, untuk itu
menciptakan kesempatan untuk memajukan perkembangan jurnal.
TAHAP 5
Editorial kualitas halaman Sampul [semua item
berikut akan muncul dengan jelas: judul, ISSN, frekuensi, volume / edisi /
nomor bagian, bulan / tahun]. Elemen terkemuka kualitas editorial adalah
komposisi seragam naskah disajikan dan kepatuhan terhadap instruksi jurnal
untuk penulis itu. Informasi untuk penulis harus disertakan dalam setiap edisi
jurnal, dan harus berisi: Aturan umum dari proses evaluasi naskah,
mengungkapkan konflik kepentingan antara wasit dan penulis, sponsor wasit dan
penelitian, penulis dan sponsor penelitian, hak privasi pasien dan isu-isu etis
pada hewan dan penelitian klinis (Kebijakan Editorial). Editorial rinci dan
informasi teknis mengenai persiapan naskah (Instruksi untuk Penulis), informasi
Editorial harus mencakup daftar anggota Dewan Editorial, alamat korespondensi
editorial, nama dan alamat penerbit, ISSN dan frekuensi penerbitan (bulanan,
kuartalan), iklan harus ditempatkan pada halaman editorial (di awal dan / atau
akhir dari jurnal). Iklan dalam konten c scientifi, yaitu sebelum, dalam dan
langsung setelah sebuah artikel yang diinginkan dan menurunkan nilai IC.
TAHAP 6
Ketersediaan ketersediaan Internasional
internasional adalah penting untuk pengembangan yang tepat dari scientifi
jurnal. Dua faktor yang dipertimbangkan: Bahasa ketersediaan publikasi dan
Internet
TAHAP 7
Frekuensi-Keteraturan-Pasar stabilitas:
Keteraturan penerbitan, Kami menambahkan skor untuk jurnal pada kehadiran
mereka di pasar.
TAHAP 8
Teknis kualitas.
Impact factor adalah ukuran jumlah
kutipan dalam jurnal ilmiah. Faktor Dampak digunakan untuk mengukur kepentingan
relatif dari sebuah jurnal ilmiah dalam bidangnya. Eugene Garfield, pendiri
Institute for Scientific Information (ISI) yang sekarang merupakan bagian dari
Thomson, adalah orang yang merancang faktor dampak. Thomson Scientific
menghitung faktor dampak per tahun untuk jurnal itu indeks.
Atau
Impact Factor (IF) dari jurnal akademis
adalah ukuran yang mencerminkan rata-rata jumlah kutipan artikel terbaru yang
dipublikasikan dalam jurnal. Hal ini sering digunakan sebagai proxy untuk
kepentingan relatif dari sebuah jurnal dalam bidangnya, dengan jurnal dengan
faktor dampak yang lebih tinggi dianggap lebih penting dibandingkan dengan yang
lebih rendah. Faktor Dampak ditemukan oleh Eugene Garfield, pendiri Institute
for Scientific Information. Faktor dampak dihitung tahunan bagi jurnal yang
diindeks dalam Journal Citation Laporan.
Perhitungan ‘Impact Factor’:
Pertama kali kita kenali dulu istilah jurnal yang disitasi (cited journal) dan jurnal-jurnal yang mensitasi (citing journal) agar dalam pembahasan selanjutnya tidak terjadi kebingungan.
Sejauh ini, pembahasan kita mengenai citation count bertumpu pada suatu jurnal yang sedang kita evaluasi. Jurnal ini (cited journal) mendapatkan citation dari jurnal-jurnal lain (citing journals). Dikatakan sebelumnya bahwa untuk perhitungan ‘Impact Factor’ hanya citation yang berasal dari jurnal-jurnal yang terbit pada tahun yang sama dan satu serta dua tahun sesudah tahun terbit jurnal yang artikelnya dikutip.Citation count yang kita peroleh baik dari Google Scholar maupun Scopus dimulai dari suatu artikel dari jurnal yang disitasi (cited journal).
Untuk perhitungan ‘Impact Factor’ sudut
pandangnya justru dari citing journal, bukan dari cited journal. Disinilah
kadang-kadang terjadi kebingungan. Kita perhatikan pendefinisian Impact Factor
sebagai berikut:
‘Impact Factor’mempunyai jendela evaluasi dua
tahun, jadi ‘Impact Factor’ tahun 2004 mengevaluasi artikel-artikel yang terbit
dari tahun 2003 dan 2002. Citation count yang dipakai untuk ‘Impact Factor’
tahun 2004 adalah yang berasal dari jurnal-jurnal lain yang terbit pada tahun
2004 ke artikel-artikel yang terbit pada tahun 2003 dan 2002.Langkah-langkah
Perhitungan ‘Impact Factor’ Untuk ‘Impact Factor 2004’ Jurnal yang disitasi (cited journal) yang harus
diperhatikan adalah yang terbit pada tahun 2003 dan 2002.Catat jumlah citation
yang diperoleh oleh artikel-artikel yang terbit pada tahun 2003 dan 2002.
Utamakan dari jurnal-jurnal lain yang terbit pada tahun 2004. Dari sini
diperoleh citation index 2004 ke cited journal 2003 dan 2004 Jumlahkan keduanya = Misalnya A Hitung jumlah artikel dari jurnal yang dievaluasi yang
terbit pada tahun 2003 dan 2003.Jumlahkan keduanya = Misalnya B Bagi A dengan B, maka didapat ‘Impact Factor
2004.’Katakanlah kita ingin menghitung ‘Impact Factor 2004’ untuk Jurnal A.
Maka kita harus dapatkan ada berapa artikel yang
diterbitkan oleh Jurnal A di tahun 2003 dan 2002. Misalnya:
Jumlah artikel di Jurnal A pada tahun 2003: 135 Jumlah artikel di Jurnal A pada
tahun 2002: 122 Total artikel yang
diterbitkan pada tahun 2003 dan 2002: 257
Jumlah sitasi ( citation count) dari jurnal-jurnal lain yang terbit di tahun 2004 ke Jurnal A yang terbit pada tahun 2003 dan 2004. Misalnya:
Jumlah sitasi ( citation count) dari jurnal-jurnal lain yang terbit di tahun 2004 ke Jurnal A yang terbit pada tahun 2003 dan 2004. Misalnya:
Citation count 2004 berbagai jurnal ke Jurnal A
tahun 2003: 44 Citation count 2004 berbagai
jurnal ke Jurnal A tahun 2002: 20 Total
sitasi dari jurnal-jurnal 2004 ke artikel-artikel Jurnal A di tahun 2003 dan
2002: 64 ‘Impact Factor 2004’= 64/257 =
0.2490
Antara
ICV dan impact Factor keduanya memiliki fungsi yang sama karena keduanya
sama-sama memiliki manfaat untuk memberikan informasi kepada pembaca mengenai
kutipan yang ada dalam tulisan,pengarang dan lain sebagainya. Database ICV
memiliki alat penilaian produktivitas beberapa yang memungkinkan untuk melacak
dampak dari karya ilmiah dan publikasi, ilmuwan individu, atau lembaga
penelitian. Sedangkan pada impact factor
mencerminkan rata-rata jumlah kutipan artikel terbaru yang dipublikasikan dalam
jurnal. Hal ini sering digunakan sebagai proxy untuk kepentingan relatif dari
sebuah jurnal dalam bidangnya, dengan jurnal dengan faktor dampak yang lebih
tinggi dianggap lebih penting dibandingkan dengan yang lebih rendah. Kedunya
sama – sama pentingnya dalam sebuah jurnal ilmiah.
Cara penulisan Referensi dengan system Harvard
Sistem penulisan referensi Harvard membahas
format untuk penulisan dan pengorganisasian kutipan dari materi sumber. Sistem
ini juga dikenal dengan sebutan author-date system —sistem penulis-tanggal—
(Curtin University, 2007: 1), dan parenthetical referencing —penulisan
referensi dalam kurung—(Perelman, Barrett & Paradis, 2000).
1.
Jurnal /
Majalah
a.
Nama
pengarang ditulis tanpa gelar, jika nama terdiri dari dua kata atau lebih maka
cara penulisannya adalah nama akhir diikuti dengan singkatan nama depan, tengah
dan seterusnya, yang semuanya diberi titik.
Misalnya: Sutan Takdir Alisyahbana ditulis Alisyahbana S.T.
Donald Fitzgerald Othmer ditulis Othmer D.F.
Donald Fitzgerald Othmer ditulis Othmer D.F.
b.
Tahun
penerbitan
c.
Judul
makalah dicetak tegak dan huruf besar/kapital hanya pada huruf pertama judul
makalah (setelah itu huruf kecil semua)
d.
Nama
jurnal / majalah disingkat sesuai dengan singkatan baku dalam Index Medicus
atau MeSH (Medical Subject Heading) dan dicetak miring.
e. Volume dan halaman.
e. Volume dan halaman.
Contoh:
Baldwin K.M., Winder W.W., Terjung R.L. 1973. Glycolytic enzyme in different types of skeletal muscle: adaptation to exercise. Am J Physiol. 255:962-6.
Baldwin K.M., Winder W.W., Terjung R.L. 1973. Glycolytic enzyme in different types of skeletal muscle: adaptation to exercise. Am J Physiol. 255:962-6.
2.
Penerbitan
Badan atau Lembaga Resmi
Contoh:
World Health Organization. 1984. A programming for controlling acute respiratory infection children and memorandum for WHO meeting. Bull. WHO. 62:47-58.
World Health Organization. 1984. A programming for controlling acute respiratory infection children and memorandum for WHO meeting. Bull. WHO. 62:47-58.
3.
Buku
teks : Jika kepustakaan diambil dari buku teks maka urutan penulisannya adalah:
Nama penulis, tahun penerbitan buku, judul buku dicetak miring dan setiap
permulaan kata ditulis huruf besar kecuali kata depan dan kata sambung,
kemudian ditulis edisi ke berapa, kota, nama penerbit dan halaman (p untuk satu
halaman dan pp untuk lebih dari satu halaman)
Contoh:Buku karangan pribadi Guyton A.C. 1971. Textbook of
Medical Physiology. 5th ed. Philadelphia: WB Saunders, pp:25-9
Contoh : Jika Editor, penyusun (compiler),
pemimpin (chairman) sebagai pengarang
Adams J.F. (ed). 1976. Understanding Adolescence Current Developments in Adolescence Psychology. Boston: Allyn & Bacon, p: 5. Dansser J., Colombani J. (eds). 1972. Histocompatibility Testing. Copenhagen Munksgrood, pp: 12-8.
Adams J.F. (ed). 1976. Understanding Adolescence Current Developments in Adolescence Psychology. Boston: Allyn & Bacon, p: 5. Dansser J., Colombani J. (eds). 1972. Histocompatibility Testing. Copenhagen Munksgrood, pp: 12-8.
4. Bab di buku
Contoh : Jika Editor, penyusun sebagai pengarang
Weinstain L. and Swartz M.N. 1974. Pathogenic properties of invading microorganisms. In : Sodeman W.A. Jr. and Soedeman W.A. (eds). Pathogenic Physiology: Mechanisms of Disease. Philadelphia: WB Saunders, pp: 457-72.
5. Naskah yang diterbitkan di proceedings
Contoh:
Du Pont B. 1974. Bone marrow transplantation in severe combined immunodeficiency with an unrelated MLC compatible donor. In: White H.J and Smith R. (eds). Proceedings of The Third Annual Meeting of The International Society for Experimental Hematology. Houston: International Society for Experimental Hematology, pp: 44-6.
Sungkono H. 2002. Peningkatan gizi masyarakat
melalui budidaya ternak pada lahan kering. Proseding Seminar Hasil Penelitian
Hibah Bersaing. Jakarta: Ditbinlitabmas Ditjen Dikti. Pp: 19-21.
6. Disertasi atau Thesis
Contoh:
Cairs R.B. 1965. Infrared Spectroscopic Studies of Solid Oxygen. Barkley,
California, University of California. Dissertation.
Cairs R.B. 1965. Infrared Spectroscopic Studies of Solid Oxygen. Barkley,
California, University of California. Dissertation.
Junaedi Y. 1976. Study of Brain Development in
Man and the Rat. England
University of Surgery. PhD Thesis.
University of Surgery. PhD Thesis.
7. Internet (tanggal menunjukkan waktu akses internet)
Blackmore N.J. 2001. Young Children and Complementary Feeding in the USA.
http://www.fao.org/nutr/paper002341.htm. (12 Februari 2006).
8. Jika terdapat dua atau lebih sumber pustaka dengan nama penulis dan tahun yang sama,
maka di belakang
tahun dituliskan huruf kecil a, b dan seterusnya.
Contoh:
Bajus M., Vesely V., Leclercq P.A. and Rijks J.A. 1979a. Steam cracking of hydrocarbons: pyrolysis of heptane. Ind. Eng. Chem. Prod. Res. Dev. 18:30-7.
Bajus M., Vesely V., Leclercq P.A. and Rijks
J.A. 1979b. Steam cracking of hydrocarbons: pyrolisis of methylcyclohexane.
Ind. Eng. Chem. Prod. Res. Dev. 18:135-142.
Lembar
evaluasi(chemistry education)
|
no
|
Judul jurnal
|
Isi jurnal
|
keterangan
|
|
|
ada
|
tidak
|
|||
|
1
|
Chemical Studies on the Composition of Natural Paint Pigment Materials
from the Kassena-Nankana District of the Upper East region of Ghana
|
Terdapat Judul
|
√
|
|
|
Terdapat Penulis
|
√
|
|
||
|
Terdapat Aliasi
penulis dan alamat korespondensi
|
√
|
|
||
|
Terdapat Abstrak
|
√
|
|
||
|
Terdapat Kata kunci
|
√
|
|
||
|
Terdapat Pendahuluan
|
√
|
|
||
|
Terdapat Metode
|
√
|
|
||
|
Terdapat Hasil dan
pembahasan
|
√
|
|
||
|
Terdapat Simpulan
|
√
|
|
||
|
Terdapat Rekomendasi
|
√
|
|
||
|
Terdapat Ucapan
terima kasih
|
√
|
|
||
|
Terdapat Referensi
|
√
|
|
||
Keterangan : dalam jurnal yang berjudul” Chemical Studies on the Composition of Natural Paint Pigment.Materials
from the Kassena-Nankana District of the Upper East region of Ghana” jurnal
tersebut termasuk jenis jurnal yang baik. Dalam jurnal ini membahas mengenai
pendidikan kimia atau chemistry education. Dari unsure isinya sudah lengkap
jika dilihat dari lembar evaluasi.muali dari jdul hinga referensi sudah sangat
lengkap sehingga jurnal tersebut layak dan bias digunakan untuk acuan
referensi.
Review jurnal:
Dalam jurnal
ini akan membahas mengenai suatu Studi kimia pada Komposisi Pigmen Cat Alam Bahan
dari Distrik Kassena-Nankana dari wilayah Ghana. Disini di bahas ada 3 bahan
material yang digunakan untuk membuat cat tradisional untuk menganalisis bagian
fisik dan unsure kimianya. Peralatan
yang digunakan adalah pH meter, AAS, Flame photometer dan X-ra y diffractometer.
Semua cat memerlukan warna halus tertentu pada
padatan tanah disebut pigmen, kendaraan pelarut atau cairan yang menjaga melukis
suspensi sampai diterapkan, dan pengikat atau resin yang memiliki kemampuan
untuk mengeringkan atau mengeras dan mematuhi cat ke permukaan untuk jangka
waktu (Bently dan Turner, 1997).
Sifat cat
tergantung pada jumlah relatif dari bahan dalam cat. Sebuah cat khas terdiri
dari
35% pigmen dan
filler dan sekitar 21% fil-pembentuk dan bahan lainnya (Trurner, 1998). Ada
alam, sintetik serta pigmen organik dan anorganik. Pigmen Awal hanyalah bumi
tanah atau tanah liat. Namun, modern
pigmen sering
karya canggih teknik kimia.Cat untuk aplikasi pada dinding batu bata harus
tahan lama, mudah untuk menerapkan dan memiliki karakteristik perekat yang
baik. Ini harus berpori jika diaplikasikan pada eksterior batu, sehingga
memungkinkan dinding untuk bernapas dan mencegah.Beberapa cat alami yang dibuat
dari bahan batu yang menawarkan coklat, pigmen hitam dan putih. Bahan-bahan ini
memiliki. Telah digunakan sebagai cat alami di Basilika Kecil Katolik di
Navrongo (CRATerre-EAG, 1998) dan di rumah-rumahmasyarakat setempat dalam
Sirigu (Adwoa, 2006) baik di wilayah Timur Atas Ghana. Lukisan-lukisan ini
telah berlangsung selama bertahun-tahun. Oleh karena itu Analisis bahan pigmen
yang digunakan oleh SWOPA dilakukan untuk menetapkan kesesuaian bahan untuk
pembuatan cat, dan untuk memeriksa beberapa potensi bahaya (s) yang berasal
dari formulasi atau menggunakan cat yang yang dapat mempengaruhi manusia dan /
atau lingkungan.kemudian untuk alat yang di gunakan adalah alat yang sudah di
siapkan seperti pH meter tadi lalu kemudian dilakukan pengambilan beberapa
sampel pada cat tersebut.setelah di lakukan pengambilan sampel tersebut maka di
lakukkan penelitian dengan menggunakan pH meter, AAS, Flame photometer dan X-ra
y diffractometer. Dari penelitian yang di lakukkan di dapatkan data seperti
pada jurnal dan memiliki hasil yang berbeda karena dalam ke empat alat tersebut
memiliki fungsi yang berbeda dalam mengidntifikasi masalah cat tersebut.
Maka didapat kesimpulan bahwa Tingkat Besi
tertinggi dalam kaitannya dengan salah satu elemen lain yang diperiksa. Besi
berkisar antara 4886.976 sampai 2802.065 mg / kg sampel. Umumnya, cat dari
bahan tersebut tidak mungkin mudah luntur karena adanya Besioksida. Cat ini
alami juga akan memiliki kekuatan yang meliputi tinggi dan waktu pengeringan
singkat, dan akan menjadi panjang berlangsung pada permukaan yang dicat karena
hadir besi.
Cat akan
memiliki anti korosif sangat baik karena adanya Seng dan Magnesium. Cat tidak
akan mudah terkikis oleh hujan, sehingga akan memiliki lagi umur layanan
terhadap mengupas, jejak, memudar dan jamur menyerang. Namun, sejumlah besar
Iron ma y berkontribusi menyebabkan cacat mata ketika pigmen s hubungi dan
tetap dalam isu-isu t mata. Juga, chronicinhalation asap oksida besi atau debu dari
bahan, terutama selama membedaki bahan, juga dapat menimbulkan kesehatan berbahaya.
Selain itu, pembuangan limbah dari cat dari pigmen s juga memiliki beberapa masalah
lingkungan akibat Memimpin dan Arsen.
Lembar
evaluasi(chemistry)
|
no
|
Judul jurnal
|
Isi jurnal
|
keterangan
|
|
|
ada
|
tidak
|
|||
|
1
|
Isolation And Identification Of Essential Oils From Cymbopogan
Citratus (Stapf) Dc Using Gc-Ms And Ft-Ir
|
Terdapat Judul
|
√
|
|
|
Terdapat Penulis
|
√
|
|
||
|
Terdapat Aliasi
penulis dan alamat korespondensi
|
√
|
|
||
|
Terdapat Abstrak
|
√
|
|
||
|
Terdapat Kata kunci
|
√
|
|
||
|
Terdapat Pendahuluan
|
√
|
|
||
|
Terdapat Metode
|
√
|
|
||
|
Terdapat Hasil dan
pembahasan
|
√
|
|
||
|
Terdapat Simpulan
|
√
|
|
||
|
Terdapat Rekomendasi
|
|
√
|
||
|
Terdapat Ucapan
terima kasih
|
|
√
|
||
|
Terdapat Referensi
|
√
|
|
||
Keterangan :
dalam
jurnal yang berjudul” Isolasi Dan Identifikasi Minyak Atsiri
Dari CymbopoganCitratus (Stapf) Dc Menggunakan Gc-Ms Dan Ft-Ir” jurnal tersebut
sudah termasuk jurnal yang baik karena berdasarkan criteria isi jurnal sudah
lengkap mulai dari judul hingga referensi,akan tetapi dalam jurnal ini tidak
dicantumkan rekomendasi dan ucapan terima kasih. Menurut aturan penulisan
jurnal har tersebut tidak berpengaruh karena bagian yang terpenting dari jurnal
tersebut adalah judul,penulis,aliasi penulis dan alamat korespondensi,abstrak,kata
kunci, pendahuluan, metode, hasil dan
pembahasan, kesimpulan dan referensi.
Review
Jurnal:
Dalam jurnal ini di jelaskan mengenai
pengisolasian dan pengidentifikasian kadar minyak astiri. Penelitian ini
melibatkan isolasi minyak atsiri dari sampel serai tumbuh di Thika, Kiambu
County, menggunakan hydro distilasi dan dibandingkan dengan grafik korelasi,
kelompok fungsional hadir ditentukan dengan menggunakan FT-IR di daerah sidik
jari. Hasil yang diperoleh dari destilasi menunjukkan bahwa hasil persentase
minyak yang diekstraksi adalah lebih tinggi pada sampel daun kering
dibandingkan dengan yang baru dipotong daun. Spektrum yang diperoleh dari GC-MS
digunakan untuk relative kuantifikasi berbagai kandungan kimia dari minyak.
Persentase
hasil minyak esensial dalam sampel kering lebih tinggi dibandingkan dengan
sampel segar. Minyak esensial dari C. citratus terutama terdiri dari monoterpen
hidrokarbon, yang, citral merupakan komponen utama seperti yang ditunjukkan
oleh frekuensi getaran intens kuat dalam spektograf FT-IR dan dua daerah puncak
yang besar sekitar 10,526 dan 10,943 di GC-MS spektrograf yang diperoleh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar