Minggu, 07 April 2013


TUGAS PUSTAKA KIMIA




Disusun Oleh:
VINDHY DIAN INDAH PRATIKA
123194243 / PKB 2012


JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2013


Perbedaan antara jurnal,tesis,skripsi,dan makalah
1.      Jurnal
Adalah berkala yang berbentuk pamflet berseri berisi bahan yang sangat diminati orang saat diterbitkan . Bila dikaitkan dengan kata ilmiah di belakang kata jurnal dapat terbitan berarti berkala yang berbentuk pamflet yang berisi bahan ilmiah yang sangat diminati orang saat diterbitkan
Cirri –ciri dari jurnal adalah:
a.       Diterbitkan oleh lembaga penerbit atau institusi keilmuan (misal: Organisasi Profesi, Perguruan Tinggi, Lembaga Riset, Penerbit, dll).
b.      Struktur utama artikel adalah: Judul artikel, Nama Penulis, Abstrak, Isi, Kesimpulan, Daftar Pustaka
2.      Skripsi
Skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku. [1]
Ada beberapa pengertian lain dari skripsi:
a.       Skripsi merupakan karya tulis ilmiah berdasarkan hasil penelitian lapangan dan atau studi kepustakaan yang disusun mahasiswa sesuai dengan bidangstudinya sebagai tugas akhir dalam studi formalnya di Perguruan Tinggi. Skripsi dalam dunia pendidikan berarti suatu hasil penyusunan tulisanilmiah yang telah dibuktikan kebenarannya berdasarkan data - data yang telahdikumpulkan dan tentunya data yang dikumpulkan diolah untuk kemudianmenjadi data yang valid sebagai bahan acuan buat membuktikan kebenaran suatutulisan tersebut.
b.      Skripsi adalah laporan tertulis hasil penelitian yang dilakukan olehmahasiswa dengan bimbingan Dosen Pembimbing Skripsi untuk dipertahankan dihadapan Penguji Skripsi sebagai syarat untuk memperoleh derajat SarjanaSkripsi merupakan karya tulis ilmiah berdasarkan hasil penelitian yangdilakukan oleh seorang mahasiswa sebagai tugas akhir untuk memperoleh gelar sarjana. Berdasarkan definisi awam yang dirumuskan skripsi mengandungkomponen pengertian berikut : Karya tulis, Ilmiah, Hasil Penelitian, Dilakukanoleh mahasiswa, Berkualifikasi sarjana(Rahyono Fx, 2010:23).
c.       Skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikansuatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yangmembahas suatu permasalahan / fenomena dalam bidang ilmu tertentu denganmenggunakan kaidah-kaidah yang berlaku. Skripsi merupakan karya tulis ilmiah berdasarkan hasil penelitian lapangan dan atau studi kepustakaan yang disusunmahasiswa sesuai dengan bisang studinya sebagai tugas akhir dalam studiformalnya di Perguruan Tinggi.Skripsi adalah karya ilmiah yang ditulis mahasiswa program S-1 yangmembahas topik atau bidang tertentu berdasarkan hasil kajian pustaka yang ditelitioleh para ahli, hasil penelitian lapangan atau hasil pengembangan atau eksperimen(Munslich Mansnur, 2009: 4)

Skripsi bertujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya. Mahasiswa yang mampu menulis skripsi dianggap mampu memadukan pengetahuan dan keterampilannya dalam memahami, menganalisis, menggambarkan, dan menjelaskan masalah yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya. Skripsi merupakan persyaratan untuk mendapatkan status sarjana (S1) di setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia. Istilah skripsi sebagai tugas akhirsarjana hanya digunakan di Indonesia. Negara lain, seperti Australia menggunakan istilah thesis untuk penyebutan tugas akhir dengan riset untuk jenjang undergraduate (S1), postgraduate (S2), Ph.D. dengan riset (S3) dan disertation untuk tugas riset dengan ukuran yang kecil baik undergraduate (S1) ataupun postgraduate (pascasarjana). Sedangkan di Indonesia skripsi untuk jenjang S1, tesis untuk jenjang S2, dan disertasi untuk jenjang S3.[2]
Dalam penulisan skripsi, mahasiswa dibimbing oleh satu atau dua orang pembimbing yang berstatus dosen pada perguruan tinggi tempat mahasiswa kuliah. Untuk penulisan skripsi yang dibimbing oleh dua orang, dikenal istilah Pembimbing I dan Pembimbing II. Biasanya, Pembimbing I memiliki peranan yang lebih dominan bila dibanding dengan Pembimbing II.
Proses penyusunan skripsi berbeda-beda antara satu kampus dengan yang lain. Namun umumnya, proses penyusunan skripsi adalah sebagai berikut:
·         Pengajuan judul skripsi
·         Pengajuan proposal skripsi
·         Seminar proposal skripsi
·         Penelitian
·         Setelah penulisan dianggap siap dan selesai, mahasiswa mempresentasikan hasil karya ilmiahnya tersebut pada Dosen Penguji (sidang tugas akhir).
·         Mahasiswa yang hasil ujian skripsinya diterima dengan revisi, melakukan proses revisi sesuai dengan masukan Dosen Penguji.

Terdapat juga proses penyusunan skripsi yang cukup ringkas sebagai berikut:
·         Pengajuan judul skripsi/meminta topik skripsi dari dosen
·         Penelitian dan bimbingan skripsi
·         Seminar
·         Sidang
·         Revisi
Cirri –ciri dari skripsi:
1.      Berbentuk karya ilmiah
2.      Tugas akhir mahasiswa S1 sesuai dengan bidang ilmunya
3.      Biasanya dalam bentuk hasil penelitian atau studi kepustakaan

3.      Tesis
Tesis, adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat program Strata Dua (S2), yang diajukan untuk dinilai oleh tim penguji guna memperoleh gelar Magister. Pembahasan dalam tesis mencoba mengungkapkan persoalan ilmiah tertentu dan memecahkannya secara analisis kristis. Tesis merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam penelitian dan pengembangan ilmu pada salah satu bidang keilmuan dalam Ilmu Pendidikan
Cirri-ciri dari tesis:
4.      Berbentuk karya ilmiah
5.      Biasanya menjadi tugas akhir mahasiswa S2
6.      Masalah yang diungkapkan mengenai persoalan ilmiah

4.      Makalah
Makalah suatu karya tulis yang disusun oleh seseorang atau kelompok utnuk membahas pokok bahasan tertentu.


Jenis makalah :
1. Makalah biasa (common paper)
2. Makalah posisi ( position paper)

Makalah biasa menunjukkan kemampuan seseorang terhadap permasalahan yang dibahas, makalah ini biasanya deskriptif. Pembuat makalah akan mengemkakan berbagai terri atau aliran atau pandanagan tenetang masalah yang dikaji, tetapi tidaka memihak pada salah satu teori, aliran atau pandangan dan tidak pula berargumentasi tentang pandangan,aliran atau pendapat tersebut. Dalam makalah posisi, penulis menunjukkan posisi teioritiknya dalam suatu kajian. Pada makalah ini penulis tidaka hanya mengemukakan penguasaan suatu teori, tapi juga dipersyaratkan untuk menunjukkan di mana posisinya diantara teori-teori tersebut, edisertai dengan berbagai argumen, alsan dan teori yang mendukungnya. Dalam makalah posisi penulis sudah melakukan evaluasi, analisis dan sintesis.
Makalah adalah sebuah karya tulis ilmiah mengenai suatu topik tertentu yang mencakup dalam ruang lingkup permasalahan.

Ciri-ciri makalah
1.      Merupakan hasil kajian literatur atau hasil laporan pelaksanaan kegiatan lapangan mengenai suatu permasalahan
2.      Mendemonstrasikan pemahaman teoritik dan kemampuan menerapkan prosedur, prinsip dan teori yang berhubungan dengan permasalahan
3.      Menunjukkan kemampuan pemahaman isi dan berbagai sumber yang digunakan.
4.      Mendemonstrasikan kemampuan menyusun berbagai sumber informasi dalam satu kesatuan sintesis yang utuh.
                               
Penjelasan ICV Dan Impact Factor
Indeks Copernicus (IC)          : adalah sebuah database online dari pengguna menyumbangkan informasi, termasuk profil ilmuwan, serta ilmiah, publikasi lembaga dan proyek didirikan pada tahun 1999 di Polandia. Database memiliki alat penilaian produktivitas beberapa yang memungkinkan untuk melacak dampak dari karya ilmiah dan publikasi, ilmuwan individu, atau lembaga penelitian. Selain aspek produktivitas, Copernicus Index juga menawarkan abstracting tradisional dan pengindeksan publikasi ilmiah. Database dioperasikan oleh Index Copernicus International. Atau pintu gerbang seluruh dunia untuk informasi ilmiah yang kompleks.
Sistem ini bertujuan untuk:
1.      peneliti akademis tingkat
2.      praktisi klinis
3.      informasi dan penyedia cetak ulang
4.      pustakawan
5.      editor jurnal
6.      instansi pemerintah
Indeks Copernicus  digunakan  pendekatan inovatif untuk layanan informasi ilmiah internasional yaitu integratif, interaktif dan inklusif.
Pengertian Integrasi,interaktif dan inklusif adalah sebagai berikut:
Integrasi digunakan      : Sebagian besar sistem informasi ilmiah yang ada hanya menyediakan satu jenis informasi bibliografi di alam. Database bibliografi hanya memberikan informasi tentang makalah yang diterbitkan, sedangkan database lain fokus pada pendaftaran percobaan atau jenis informasi lainnya. Sebagai salah satu bisa membayangkan, potongan informasi tunggal yang nilai terbatas. Indeks Copernicus menyediakan link mudah antara sejumlah daerah informasi yang berbeda, yang menyebabkan mudah dari satu jenis informasi yang lain. Sebuah pencarian dalam database ilmuwan, misalnya, dapat menyebabkan informasi terkait pada layanan lain seperti Jurnal Daftar Induk, Laporan Kasus Daftar, Paten, atau Clinical Trial Register. IC demikian benar-benar interaktif, menjawab pertanyaan yang lebih kompleks pengguna.


Interaksi merupakan     :Informasi tergantung pada kedalaman pengguna penyelidikan, sering memberikan novel dan berguna informasi bahwa keinginan pengguna. Dengan demikian dapat disesuaikan dengan pertanyaan yang unik pengguna, sehingga benar-benar interaktif. Dengan kata lain, pengguna dapat mengontrol jenis informasi yang diperoleh.


Inklusivitas.IC              : adalah database global yang ilmiah melalui mana semua jurnal bisa didaftarkan, tidak hanya yang dianggap tepat oleh kelompok sewenang-wenang individu. Karakteristik ini membuat IC yang benar-benar inklusif sebagai lawan eksklusif. Namun, penting untuk dicatat bahwa IC menghormati berbagai komunitas ilmiah mengirimkan informasi mereka dengan memungkinkan komunitas tersebut untuk menentukan apa yang ingin mereka telah ditampilkan secara global dan apa yang mereka ingin menjaga rahasia. Negara dapat, misalnya, tidak ingin memiliki rincian tentang ilmuwan dan proyek-proyek mereka terdaftar, sehingga informasi ini hanya ditampilkan "lokal". Ini akan menjadi penting untuk mematenkan pertimbangan.
IC dengan sifatnya, multi-budaya, melayani masyarakat ilmiah global dan menghormati susunan budaya anggotanya. IC, jika diinginkan juga dapat diatur untuk berbagai negara dengan cara multi-bahasa dimana informasi yang juga dapat dibuat tersedia dalam dialek lokal. Secara umum, IC juga dapat digunakan sebagai alat produktivitas utama lokal melalui database-nya menyoroti ilmuwan lokal atas juga berfungsi sebagai jaringan bagi para ilmuwan lain yang ingin menemukan bantuan atau kolega dan menentukan proses yang akan menjamin kesuksesan mereka. Baik jaringan jelas meningkatkan peluang untuk pendanaan dan pengakuan internasional. Setelah rekan temuan ini karena alat menyatukan ahli, lagi meningkatkan kesempatan mereka untuk dana hibah pada berbagai tingkatan. alat produktivitas yang sama dan potensi kerjasama di tingkat internasional dapat dicatat.
fungsi ICV: untuk memberikan peringkat dan memberikan penilaian terhadap kualitas dari jurnal yang bersangkutan. Hal ini sangat penting untuk menentukan bobot/kualitas dari hasil penelitian (paper) dan juga kredibilitas dari seorang peneliti. Seorang peneliti akan semakin diakui/dipercayai secara mendunia apabila papernya bisa dimuat pada jurnal dengan peringkat yang baik/ level atas. 





Tahap-Tahap Penilaian ICV:
TAHAP 1
Analisis parametrik Detil Kelompok berikut parameter yang dievaluasi: kualitas Ilmiah: 580 basis poin (58,0%), kualitas Editorial: 200 basis poin (20,0%), ketersediaan Internasional: 135 basis poin (13,5%), Frekuensi-Keteraturan-Stabilitas: 50 basis poin (5,0%), kualitas Teknis: 35 basis poin (3,5%), Jumlah: basis poin 1000 (100,0%)
TAHAP 2
Skor skor analisis Negatif Negatif diberikan untuk: penerbitan tidak teratur atau terlambat [terlambat hingga satu periode penerbitan (-30), isu-isu bersama (-50), lebih akhir dari satu periode penerbitan (-60)]; penempatan iklan tidak etis [dalam Artikel (-60), langsung sebelum / setelah artikel (-40).
TAHAP 3
Ahli peer-review: Frekuensi-Keteraturan-Stabilitas: 50 basis poin (5,0%), signifikansi ilmiah dari materi yang dipublikasikan [± 20], Up-to-date konten [± 20], nilai Pendidikan [± 20].
Menghitung Indeks Copernicus Nilai (ICV) Pertama, Basis Poin (BP) yang diubah menjadi 10 poin Skor Dasar Total (TBS), maka: Untuk jurnal terindeks di Isi Lancar Index Copernicus Nilai (ICV) perhitungan didasarkan pada rumus berikut : 9 + [(TBS) × (IF)] (di mana IF = dampak nilai faktor). Formula ini memastikan bahwa jurnal diindeks sama Isi Lancar yang memiliki ICV minimum = 9 poin. Selama sisa jurnal yang TIDAK diindeks dalam Isi Lancar TBS = ICV
TAHAP 4
Kualitas Ilmiah Parameter berikut telah dievaluasi: indeksasi Internasional. Tahunan persen makalah penelitian asli. Sebuah makalah riset asli adalah salah satu, yang menyajikan hasil investigasi empiris (klinis atau laboratorium) dibagi menjadi bagian berikut: latar belakang, materi dan metode, hasil, pembahasan, kesimpulan, referensi. Persentase karya asli yang diterbitkan dalam jurnal refl ects karakter (ilmiah atau pendidikan) dan menunjukkan potensi kepentingan peneliti dalam penerbitan. Jumlah makalah yang diterbitkan setiap tahun dari pusat luar negeri jurnal asal secara tidak langsung menunjukkan tingkat penerimaan jurnal di pasar internasional. Publikasi lebih internasional - semakin tinggi. Jumlah semua makalah yang diterbitkan secara tahunan Mencerminkan kepengarangan potensial dan penerimaan untuk jurnal. Makalah hanya diterbitkan dalam isu-isu reguler dianggap. Makalah yang diterbitkan dalam isu-isu khusus atau suplemen tidak dihitung karena mereka tidak dianggap untuk menjalani proses peer-review secara teratur. Hal ini juga akan dinilai jika makalah yang diterbitkan di jurnal berasal dari sumber yang terkait dengan dewan penerbit atau editorial saja, menurunkan nilai IC. Dewan Editorial Internasional menambah skor, untuk itu menciptakan kesempatan untuk memajukan perkembangan jurnal.
TAHAP 5
Editorial kualitas halaman Sampul [semua item berikut akan muncul dengan jelas: judul, ISSN, frekuensi, volume / edisi / nomor bagian, bulan / tahun]. Elemen terkemuka kualitas editorial adalah komposisi seragam naskah disajikan dan kepatuhan terhadap instruksi jurnal untuk penulis itu. Informasi untuk penulis harus disertakan dalam setiap edisi jurnal, dan harus berisi: Aturan umum dari proses evaluasi naskah, mengungkapkan konflik kepentingan antara wasit dan penulis, sponsor wasit dan penelitian, penulis dan sponsor penelitian, hak privasi pasien dan isu-isu etis pada hewan dan penelitian klinis (Kebijakan Editorial). Editorial rinci dan informasi teknis mengenai persiapan naskah (Instruksi untuk Penulis), informasi Editorial harus mencakup daftar anggota Dewan Editorial, alamat korespondensi editorial, nama dan alamat penerbit, ISSN dan frekuensi penerbitan (bulanan, kuartalan), iklan harus ditempatkan pada halaman editorial (di awal dan / atau akhir dari jurnal). Iklan dalam konten c scientifi, yaitu sebelum, dalam dan langsung setelah sebuah artikel yang diinginkan dan menurunkan nilai IC.
TAHAP 6
Ketersediaan ketersediaan Internasional internasional adalah penting untuk pengembangan yang tepat dari scientifi jurnal. Dua faktor yang dipertimbangkan: Bahasa ketersediaan publikasi dan Internet
TAHAP 7
Frekuensi-Keteraturan-Pasar stabilitas: Keteraturan penerbitan, Kami menambahkan skor untuk jurnal pada kehadiran mereka di pasar.

TAHAP 8
Teknis kualitas.

Impact factor adalah ukuran jumlah kutipan dalam jurnal ilmiah. Faktor Dampak digunakan untuk mengukur kepentingan relatif dari sebuah jurnal ilmiah dalam bidangnya. Eugene Garfield, pendiri Institute for Scientific Information (ISI) yang sekarang merupakan bagian dari Thomson, adalah orang yang merancang faktor dampak. Thomson Scientific menghitung faktor dampak per tahun untuk jurnal itu indeks.
Atau
Impact Factor (IF) dari jurnal akademis adalah ukuran yang mencerminkan rata-rata jumlah kutipan artikel terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal. Hal ini sering digunakan sebagai proxy untuk kepentingan relatif dari sebuah jurnal dalam bidangnya, dengan jurnal dengan faktor dampak yang lebih tinggi dianggap lebih penting dibandingkan dengan yang lebih rendah. Faktor Dampak ditemukan oleh Eugene Garfield, pendiri Institute for Scientific Information. Faktor dampak dihitung tahunan bagi jurnal yang diindeks dalam Journal Citation Laporan.
Perhitungan ‘Impact Factor’:

Pertama kali kita kenali dulu istilah jurnal yang disitasi (cited journal) dan jurnal-jurnal yang mensitasi (citing journal) agar dalam pembahasan selanjutnya tidak terjadi kebingungan.
Sejauh ini, pembahasan kita mengenai citation count bertumpu pada suatu jurnal yang sedang kita evaluasi. Jurnal ini (cited journal) mendapatkan citation dari jurnal-jurnal lain (citing journals). Dikatakan sebelumnya bahwa untuk perhitungan ‘Impact Factor’ hanya citation yang berasal dari jurnal-jurnal yang terbit pada tahun yang sama dan satu serta dua tahun sesudah tahun terbit jurnal yang artikelnya dikutip.Citation count yang kita peroleh baik dari Google Scholar maupun Scopus dimulai dari suatu artikel dari jurnal yang disitasi (cited journal).
Untuk perhitungan ‘Impact Factor’ sudut pandangnya justru dari citing journal, bukan dari cited journal. Disinilah kadang-kadang terjadi kebingungan. Kita perhatikan pendefinisian Impact Factor sebagai berikut:
‘Impact Factor’mempunyai jendela evaluasi dua tahun, jadi ‘Impact Factor’ tahun 2004 mengevaluasi artikel-artikel yang terbit dari tahun 2003 dan 2002. Citation count yang dipakai untuk ‘Impact Factor’ tahun 2004 adalah yang berasal dari jurnal-jurnal lain yang terbit pada tahun 2004 ke artikel-artikel yang terbit pada tahun 2003 dan 2002.Langkah-langkah Perhitungan ‘Impact Factor’ Untuk ‘Impact Factor 2004’ Jurnal yang disitasi (cited journal) yang harus diperhatikan adalah yang terbit pada tahun 2003 dan 2002.Catat jumlah citation yang diperoleh oleh artikel-artikel yang terbit pada tahun 2003 dan 2002. Utamakan dari jurnal-jurnal lain yang terbit pada tahun 2004. Dari sini diperoleh citation index 2004 ke cited journal 2003 dan 2004 Jumlahkan keduanya = Misalnya A Hitung jumlah artikel dari jurnal yang dievaluasi yang terbit pada tahun 2003 dan 2003.Jumlahkan keduanya = Misalnya B Bagi A dengan B, maka didapat ‘Impact Factor 2004.’Katakanlah kita ingin menghitung ‘Impact Factor 2004’ untuk Jurnal A. Maka kita harus dapatkan ada berapa artikel yang diterbitkan oleh Jurnal A di tahun 2003 dan 2002. Misalnya:
Jumlah artikel di Jurnal A pada tahun 2003: 135 Jumlah artikel di Jurnal A pada tahun 2002: 122 Total artikel yang diterbitkan pada tahun 2003 dan 2002: 257
 Jumlah sitasi ( citation count) dari jurnal-jurnal lain yang terbit di tahun 2004 ke Jurnal A yang terbit pada tahun 2003 dan 2004. Misalnya:
Citation count 2004 berbagai jurnal ke Jurnal A tahun 2003: 44  Citation count 2004 berbagai jurnal ke Jurnal A tahun 2002: 20 Total sitasi dari jurnal-jurnal 2004 ke artikel-artikel Jurnal A di tahun 2003 dan 2002: 64 ‘Impact Factor 2004’= 64/257 = 0.2490
Antara ICV dan impact Factor keduanya memiliki fungsi yang sama karena keduanya sama-sama memiliki manfaat untuk memberikan informasi kepada pembaca mengenai kutipan yang ada dalam tulisan,pengarang dan lain sebagainya. Database ICV memiliki alat penilaian produktivitas beberapa yang memungkinkan untuk melacak dampak dari karya ilmiah dan publikasi, ilmuwan individu, atau lembaga penelitian.  Sedangkan pada impact factor mencerminkan rata-rata jumlah kutipan artikel terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal. Hal ini sering digunakan sebagai proxy untuk kepentingan relatif dari sebuah jurnal dalam bidangnya, dengan jurnal dengan faktor dampak yang lebih tinggi dianggap lebih penting dibandingkan dengan yang lebih rendah. Kedunya sama – sama pentingnya dalam sebuah jurnal ilmiah.
Cara penulisan Referensi dengan system Harvard
Sistem penulisan referensi Harvard membahas format untuk penulisan dan pengorganisasian kutipan dari materi sumber. Sistem ini juga dikenal dengan sebutan author-date system —sistem penulis-tanggal— (Curtin University, 2007: 1), dan parenthetical referencing —penulisan referensi dalam kurung—(Perelman, Barrett & Paradis, 2000).
1.      Jurnal / Majalah
a.       Nama pengarang ditulis tanpa gelar, jika nama terdiri dari dua kata atau lebih maka cara penulisannya adalah nama akhir diikuti dengan singkatan nama depan, tengah dan seterusnya, yang semuanya diberi titik. 
Misalnya: Sutan Takdir Alisyahbana ditulis Alisyahbana S.T.
Donald Fitzgerald Othmer ditulis Othmer D.F.
b.      Tahun penerbitan
c.       Judul makalah dicetak tegak dan huruf besar/kapital hanya pada huruf pertama judul makalah (setelah itu huruf kecil semua) 
d.      Nama jurnal / majalah disingkat sesuai dengan singkatan baku dalam Index Medicus atau MeSH (Medical Subject Heading) dan dicetak miring.
e. Volume dan halaman. 
Contoh:
Baldwin K.M., Winder W.W., Terjung R.L. 1973. Glycolytic enzyme in different types of skeletal muscle: adaptation to exercise. Am J Physiol. 255:962-6.




2.      Penerbitan Badan atau Lembaga Resmi 

Contoh:
World Health Organization. 1984. A programming for controlling acute respiratory infection children and memorandum for WHO meeting. Bull. WHO. 62:47-58.

3.      Buku teks : Jika kepustakaan diambil dari buku teks maka urutan penulisannya adalah: Nama penulis, tahun penerbitan buku, judul buku dicetak miring dan setiap permulaan kata ditulis huruf besar kecuali kata depan dan kata sambung, kemudian ditulis edisi ke berapa, kota, nama penerbit dan halaman (p untuk satu halaman dan pp untuk lebih dari satu halaman) 
Contoh:Buku karangan pribadi Guyton A.C. 1971. Textbook of Medical Physiology. 5th ed. Philadelphia: WB Saunders, pp:25-9
Contoh : Jika Editor, penyusun (compiler), pemimpin (chairman) sebagai pengarang
Adams J.F. (ed). 1976. Understanding Adolescence Current Developments in Adolescence Psychology. Boston: Allyn & Bacon, p: 5.  Dansser J., Colombani J. (eds). 1972. Histocompatibility Testing. Copenhagen Munksgrood, pp: 12-8.
4. Bab di buku

Contoh : Jika Editor, penyusun sebagai pengarang
Weinstain L. and Swartz M.N. 1974. Pathogenic properties of invading microorganisms. In : Sodeman W.A. Jr. and Soedeman W.A. (eds). Pathogenic Physiology: Mechanisms of Disease. Philadelphia: WB Saunders, pp: 457-72.

5. Naskah yang diterbitkan di proceedings

Contoh:
Du Pont B. 1974. Bone marrow transplantation in severe combined immunodeficiency with an unrelated MLC compatible donor. In: White H.J and Smith R. (eds). Proceedings of The Third Annual Meeting of The International Society for Experimental Hematology. Houston: International Society for Experimental Hematology, pp: 44-6.
Sungkono H. 2002. Peningkatan gizi masyarakat melalui budidaya ternak pada lahan kering. Proseding Seminar Hasil Penelitian Hibah Bersaing. Jakarta: Ditbinlitabmas Ditjen Dikti. Pp: 19-21.
6. Disertasi atau Thesis
Contoh:
Cairs R.B. 1965. Infrared Spectroscopic Studies of Solid Oxygen. Barkley, 
California, University of California. Dissertation.
Junaedi Y. 1976. Study of Brain Development in Man and the Rat. England 
University of Surgery. PhD Thesis.

7. Internet (tanggal menunjukkan waktu akses internet)

Blackmore N.J. 2001. Young Children and Complementary Feeding in the USA. 
http://www.fao.org/nutr/paper002341.htm. (12 Februari 2006).

8. Jika terdapat dua atau lebih sumber pustaka dengan nama penulis dan tahun yang sama,
     maka di belakang tahun dituliskan huruf kecil a, b dan seterusnya.

Contoh:
Bajus M., Vesely V., Leclercq P.A. and Rijks J.A. 1979a. Steam cracking of hydrocarbons: pyrolysis of heptane. Ind. Eng. Chem. Prod. Res. Dev. 18:30-7.
Bajus M., Vesely V., Leclercq P.A. and Rijks J.A. 1979b. Steam cracking of hydrocarbons: pyrolisis of methylcyclohexane. Ind. Eng. Chem. Prod. Res. Dev. 18:135-142.




Lembar evaluasi(chemistry education)
no
Judul jurnal
Isi jurnal
keterangan
ada
tidak
1
Chemical Studies on the Composition of Natural Paint Pigment Materials from the Kassena-Nankana District of the Upper East region of Ghana
Terdapat Judul
  √

Terdapat Penulis
   √

Terdapat Aliasi penulis dan alamat korespondensi
  √

Terdapat Abstrak
  √

Terdapat Kata kunci
  √

Terdapat Pendahuluan
  √

Terdapat Metode
  √

Terdapat Hasil dan pembahasan
  √

Terdapat Simpulan
  √

Terdapat Rekomendasi
  √

Terdapat Ucapan terima kasih
  √

Terdapat Referensi
  √

Keterangan        : dalam jurnal yang berjudul” Chemical Studies on the Composition of Natural Paint Pigment.Materials from the Kassena-Nankana District of the Upper East region of Ghana” jurnal tersebut termasuk jenis jurnal yang baik. Dalam jurnal ini membahas mengenai pendidikan kimia atau chemistry education. Dari unsure isinya sudah lengkap jika dilihat dari lembar evaluasi.muali dari jdul hinga referensi sudah sangat lengkap sehingga jurnal tersebut layak dan bias digunakan untuk acuan referensi.
Review jurnal:                                       
Dalam jurnal ini akan membahas mengenai suatu Studi kimia pada Komposisi Pigmen Cat Alam Bahan dari Distrik Kassena-Nankana dari wilayah Ghana. Disini di bahas ada 3 bahan material yang digunakan untuk membuat cat tradisional untuk menganalisis bagian fisik dan unsure kimianya. Peralatan yang digunakan adalah pH meter, AAS, Flame photometer dan X-ra y diffractometer. Semua cat memerlukan warna halus tertentu pada padatan tanah disebut pigmen, kendaraan pelarut atau cairan yang menjaga melukis suspensi sampai diterapkan, dan pengikat atau resin yang memiliki kemampuan untuk mengeringkan atau mengeras dan mematuhi cat ke permukaan untuk jangka waktu (Bently dan Turner, 1997).
Sifat cat tergantung pada jumlah relatif dari bahan dalam cat. Sebuah cat khas terdiri dari
35% pigmen dan filler dan sekitar 21% fil-pembentuk dan bahan lainnya (Trurner, 1998). Ada alam, sintetik serta pigmen organik dan anorganik. Pigmen Awal hanyalah bumi tanah atau tanah liat. Namun, modern
pigmen sering karya canggih teknik kimia.Cat untuk aplikasi pada dinding batu bata harus tahan lama, mudah untuk menerapkan dan memiliki karakteristik perekat yang baik. Ini harus berpori jika diaplikasikan pada eksterior batu, sehingga memungkinkan dinding untuk bernapas dan mencegah.Beberapa cat alami yang dibuat dari bahan batu yang menawarkan coklat, pigmen hitam dan putih. Bahan-bahan ini memiliki. Telah digunakan sebagai cat alami di Basilika Kecil Katolik di Navrongo (CRATerre-EAG, 1998) dan di rumah-rumahmasyarakat setempat dalam Sirigu (Adwoa, 2006) baik di wilayah Timur Atas Ghana. Lukisan-lukisan ini telah berlangsung selama bertahun-tahun. Oleh karena itu Analisis bahan pigmen yang digunakan oleh SWOPA dilakukan untuk menetapkan kesesuaian bahan untuk pembuatan cat, dan untuk memeriksa beberapa potensi bahaya (s) yang berasal dari formulasi atau menggunakan cat yang yang dapat mempengaruhi manusia dan / atau lingkungan.kemudian untuk alat yang di gunakan adalah alat yang sudah di siapkan seperti pH meter tadi lalu kemudian dilakukan pengambilan beberapa sampel pada cat tersebut.setelah di lakukan pengambilan sampel tersebut maka di lakukkan penelitian dengan menggunakan pH meter, AAS, Flame photometer dan X-ra y diffractometer. Dari penelitian yang di lakukkan di dapatkan data seperti pada jurnal dan memiliki hasil yang berbeda karena dalam ke empat alat tersebut memiliki fungsi yang berbeda dalam mengidntifikasi masalah cat tersebut. Maka didapat kesimpulan bahwa Tingkat Besi tertinggi dalam kaitannya dengan salah satu elemen lain yang diperiksa. Besi berkisar antara 4886.976 sampai 2802.065 mg / kg sampel. Umumnya, cat dari bahan tersebut tidak mungkin mudah luntur karena adanya Besioksida. Cat ini alami juga akan memiliki kekuatan yang meliputi tinggi dan waktu pengeringan singkat, dan akan menjadi panjang berlangsung pada permukaan yang dicat karena hadir besi.
Cat akan memiliki anti korosif sangat baik karena adanya Seng dan Magnesium. Cat tidak akan mudah terkikis oleh hujan, sehingga akan memiliki lagi umur layanan terhadap mengupas, jejak, memudar dan jamur menyerang. Namun, sejumlah besar Iron ma y berkontribusi menyebabkan cacat mata ketika pigmen s hubungi dan tetap dalam isu-isu t mata. Juga, chronicinhalation asap oksida besi atau debu dari bahan, terutama selama membedaki bahan, juga dapat menimbulkan kesehatan berbahaya. Selain itu, pembuangan limbah dari cat dari pigmen s juga memiliki beberapa masalah lingkungan akibat Memimpin dan Arsen.

Lembar evaluasi(chemistry)
no
Judul jurnal
Isi jurnal
keterangan
ada
tidak
1
Isolation And Identification Of Essential Oils From Cymbopogan
Citratus (Stapf) Dc Using Gc-Ms And Ft-Ir
Terdapat Judul
  √

Terdapat Penulis
   √

Terdapat Aliasi penulis dan alamat korespondensi
  √

Terdapat Abstrak
  √

Terdapat Kata kunci
  √

Terdapat Pendahuluan
  √

Terdapat Metode
  √

Terdapat Hasil dan pembahasan
  √

Terdapat Simpulan
  √

Terdapat Rekomendasi
 
    √
Terdapat Ucapan terima kasih
 
    √
Terdapat Referensi
  √

Keterangan        : dalam jurnal yang berjudul” Isolasi Dan Identifikasi Minyak Atsiri Dari CymbopoganCitratus (Stapf) Dc Menggunakan Gc-Ms Dan Ft-Ir” jurnal tersebut sudah termasuk jurnal yang baik karena berdasarkan criteria isi jurnal sudah lengkap mulai dari judul hingga referensi,akan tetapi dalam jurnal ini tidak dicantumkan rekomendasi dan ucapan terima kasih. Menurut aturan penulisan jurnal har tersebut tidak berpengaruh karena bagian yang terpenting dari jurnal tersebut adalah judul,penulis,aliasi penulis dan alamat korespondensi,abstrak,kata kunci, pendahuluan, metode, hasil dan  pembahasan, kesimpulan dan referensi.
Review Jurnal:
Dalam jurnal ini di jelaskan mengenai pengisolasian dan pengidentifikasian kadar minyak astiri. Penelitian ini melibatkan isolasi minyak atsiri dari sampel serai tumbuh di Thika, Kiambu County, menggunakan hydro distilasi dan dibandingkan dengan grafik korelasi, kelompok fungsional hadir ditentukan dengan menggunakan FT-IR di daerah sidik jari. Hasil yang diperoleh dari destilasi menunjukkan bahwa hasil persentase minyak yang diekstraksi adalah lebih tinggi pada sampel daun kering dibandingkan dengan yang baru dipotong daun. Spektrum yang diperoleh dari GC-MS digunakan untuk relative kuantifikasi berbagai kandungan kimia dari minyak. Persentase hasil minyak esensial dalam sampel kering lebih tinggi dibandingkan dengan sampel segar. Minyak esensial dari C. citratus terutama terdiri dari monoterpen hidrokarbon, yang, citral merupakan komponen utama seperti yang ditunjukkan oleh frekuensi getaran intens kuat dalam spektograf FT-IR dan dua daerah puncak yang besar sekitar 10,526 dan 10,943 di GC-MS spektrograf yang diperoleh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar